Vaksin Sinovac Belum Cukupi Kebutuhan Nakes

VAKSIN. Kepala Dinas Kesehatan bersama TNI Polri saat menerima kiriman vaksin sinovavc dari Dinkes Jawa Tengah.
VAKSIN. Kepala Dinas Kesehatan bersama TNI Polri saat menerima kiriman vaksin sinovavc dari Dinkes Jawa Tengah.

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO – Vaksin Sinovac akhirnya tiba di Purworejo, Minggu (24/1) sore. Sebanyak 5 ribu dosis vaksin buatan China tersebut didatangkan dari gudang Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dengan pengawalan ketat dari aparat keamanan.

Setiba di Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo, vaksin tersebut diterima oleh Kepala Dinas Kesehatan di dampingi oleh pejabat Polres dan Kodim 0708 Purworejo. Rencananya vaksin tersebut akan diserah terimakan secara resmi kepada Pemkab Purworejo, Senin (22/1) hari ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo, dr Sudarmi mengungkapkan, dalam kesempatan tersebut pihaknya menerima sebanyak 5.000 dosis yang akan diprioritaskan untuk tenaga kesehatan dan Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) yang bertugas di Purworejo. Namun jumlah dosis tersebut belum sesuai dengan kebutuhan untuk mencukupi vaksinasi tenaga kesehatan dan SDMK.

“Kebutuhan kita sebenarnya adalah 3352 dosis kali dua. Sehingga kebutuhan riilnya adalah 6704 dosis, jadi dengan jumlah dosis yang hari ini diterima masih kurang,” terangnya usai menerima vaksin sinovac.

Lebih lanjut dikatakannya, dalam waktu yang tidak lama lagi dosis vaksinasi tambahan akan segera dikirimkan untuk mencukupi kebutuhan vaksin di Kabupaten Purworejo. “Prioritas pertema adalah tenaga kesehatan selanjutnya pelayan publik termasuk TNI Polri. Adapun untuk masyarakat umum dijadwalkan April 2021 hingga Maret 2022,” terangnya.

Dikatakannya, masing-masing orang akan menerima vaksin dua kali dosis. Setelah divaksin yang pertama, dosis berikutnya akan diberikan 14 hari setelahnya. “Namun, meskipun sudah diberikan vaksin, ternyata belum menjamin hard imunity karena masih ada potensi terkena covid-19,” katanya.

Sudarmi menjelaskan, penerima vaksin sinovac ini dibatasi untuk usia 18-59 tahun. Selain itu belum ada petunjuk selanjutnya. Yang pastinya pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait program vaksinasi ini”Pada dasarnya kita masih harus prihatin dengan banyaknya kasus covid-19. Maka protokol kesehatan dan penerapan 3M ini harus senantiasa dilakukan,” katanya. (luk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here