Sekolah Muhammadiyah Unggul Islami, Dongkrak di Tiga Titik

    Ketua Majelis Disdakmen PDM Kabupaten Magelang, Muhammad Tohirin, M.Ag. (foto: ist)
    Ketua Majelis Disdakmen PDM Kabupaten Magelang, Muhammad Tohirin, M.Ag. (foto: ist)

    Sekolah-sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah jumlahnya tidak sedikit. Angkanya menyentuh 307. Mulai selevel Bustanul Athfal (BA) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sederjat. Kualitas sekolah-sekolah tersebut terus akan dikembangkan. Yang paling mendesak pengembangan di tiga titik. Titik mana saja?

    MALIK SALMAN, Magelang

    MENENGOK dari sisi arti, Bustanul Athfal terbagi dari dua suku kata. Bustanul artinya taman. Athfal artinya anak. Bisa dibilang ini selaras dengan pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) maupun Pendidikan Anak Usai Dini (PAUD). Jumlahnya Bustanul Athfal atau BA di Kabupaten Magelang ada 191.

    Dari data di Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Disdakmen) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Magelang, sebaran sekolah Muhammadiyah ada di 18 kecamatan dari 21 kecamatan yang ada.

    Sedangkan untuk BA hanya ada di 17 kecamatan. Jumlah tertinggi ada di Muntilan (32), disusul Mungkid (31), Dukun (17). Sedangkan rangking tiga paling sedikit ada di Windusari (1), Grabag dan Tempuran (masing-masing 2), dan Salaman dan Kaliangkrik (masing-masing 7). Di kecamatan lain ada yang 10 BA (Sawangan), 9 BA (Bandongan), 12 (BA) Secang.

    “Kalau BA ada di bawah Aisyiah,” kata Ketua Majelis Disdakmen PDM Kabupaten Magelang, Muhammad Tohirin, M.Ag.

    Yang di bawah kendali Disdakmen yaitu mulai dari sekolah dasar sederajat hingga sekolah menengah atas sederajat. Untuk jumlah SD, 17 sekolah. Madrasah Ibtidaiyah (44). SMP (21). Madrasah Tsanawiyah (11). SMA (8). SMK (14). Madrasah Aliyah (1). Ditargetkan seiring waktu berjalan, sekolah Muhammadiyah akan merambah ke 21 kecamatan.

    “Hasil rekomendasi dari Muspimda PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah) ada tiga pintu masuk sekolah unggulan. Yang dari arah Semarang ke Magelang, ada di Secang. Yang dari Jogjakarta ke Magelang, ada di Salam. Yang dari arah Purworejo ke Magelang, ada di Salaman,” tandas pria yang kini menjabat Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) ini.

    Yang di Secang, SD Muhammadiyah Payaman. Yang di Salam, SMP Muhammadiyah Salam. Lalu yang di Salaman, SMP Muhammadiyah Salaman. Sekolah-sekolah tersebut sudah berkembang. Dan, ingin dikembangkan lagi menjadi sekolah unggulan.

    “Sebenarnya kita sudah punya sekolah-sekolah unggulan. Seperti, SD Muhammadiyah Gunung Pring, SMP Plus Gunung Pring, SMA Taruna Muhammadiyah. Itu saja tidak cukup, secara bertahap tentu semua akan kami kembangkan,” jelasnya.

    Upaya-upaya pun akan dilakukan. Untuk internal, lanjutnya, dengan penguatan sumber daya manusia (SDM). Baik secara kompentensi maupun kualifikasi. Terus ada peningkatan sarpras (sarana dan prasarna). Termasuk juga service excellence (pelayanan prima).

    Dalam memberikan pelayanan pun ada standarnya. Seperti menjadikan kesan positif, ramah lingkungan, sikap yang baik, integritas hingga melayani dengan sepenuh hati.

    “Sekolah-sekolah yang ada di Muhammadiyah itu juga bagian dari AUM (Amal Usaha Muhammadiyah). AUM itu bisa dibilang, tangan panjangnya dakwah Muhammadiyah,” tandasnya.

    Di ranah pendidikan, PDM Kabupaten Magelang memiliki visi, Pendidikan Muhammadiyah yang Unggul, Holistik, Islami dan Bertata Kelola Baik. Misinya Berkembangnya Kualitas dan Ciri Khas Pendidikan Muhammadiyah yang Didukung Oleh Pengembangan IPTEK Sebagai Wujud Aktualisasi Gerakan Dakwah dan Tajdid. Tujuannya, Membentuk Manusia Utuh Sebagaimana Tujuan Pendidikan Muhammadiyah, Serta Pencerahan Peradaban.

    Dalam mengasah siswanya pun, sekolah Muhammadiyah dituntut kreatif. Terlebih di masa pandemi covid-19 ini. Langkah itu diantaranya dilakukan SD Muhammadiyah Inovatif Mertoyudan.

    Kegiatan yang digelar “Inova Talent Show” dengan berbagai lomba. Seperti Menggambar dan Mewarnai, Menari Tradisional, Story Telling, Tembang Macapat, Qiro’ah, Murottal, Adzan (khusus laki-laki), Sambung Ayat (kelas rendah dan tinggi), Pranata Acara (pembawa acara menggunakan Bahasa Jawa), Entrepeneur Kids (Kewirausahaan), Khittabah.

    “Inovatif Talent Show sebagai penyegaran pasca liburan siswa, biar tidak bosan,” kata Kepala SD Muhammadiyah Inovatif, Samsul Hudha, S.Pdi.

    Gelaran lomba yang dilakukan secara daring tersebut digelar awal tahun ini, selama sepekan, awal Januari 2021. Siswa pun antusia mengikutinya.

    “Ini sebagai ajang pencarian bakat, khusus untuk anak-anak inovatif,” tandasnya. (*)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here