Kembangkan Edu Wisata, Gelar Pelatihan Cocok Tanam

BIBIT BUAH. Kepala Desa Kebonrejo Salaman, Muhammad Sajidun, memeriksa bibit pohon buah di Edu Wisata Kandang Ciblon Papringan.
BIBIT BUAH. Kepala Desa Kebonrejo Salaman, Muhammad Sajidun, memeriksa bibit pohon buah di Edu Wisata Kandang Ciblon Papringan.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Masyarakat Dusun Kebonkliwon, Desa Kebonrejo Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang kembangkan Edu Wisata Kandang Ciblon Papringan. Tempat ini menjadi sebuah destinasi wisata baru dengan mengandalkan kekayaan sumber daya alam Kecamatan Salaman.

Kepala Desa Kebonrejo Salaman, Muhammad Sajidun mengatakan, salah satu program dalam destinasi tersebut adalah pendampingan dan pelatihan bercocok tanam tanaman buah-buahan.

“Kecamatan Salaman sudah dikenal oleh masyarakat sebagai penyedia aneka macam bibit pohon, termasuk bibit pohon buah. Hal itu yang masyarakat kembangkan melalui pelatihan dan pendampingan menanam bibit pohon buah,” terang Sajidun, Minggu (24/1/2021).

Edu Wisata Kandang Ciblon Papringan, yang kelompok usaha bersama dari masyarakat. Berangkat dari tahun 2008 dengan memulai pembibitan tanaman buah, kemudian pada tahun 2016 mulai berjualan melalui online dan pelatihan.

“Konsep pelatihan dan pendampingan secara teknis dimulai dari pemilihan bibit pohon kemudian kami juga memeriksa tanah calon tempat bibit tersebut ditanam.

Kemudian baru dilaksanakan pendampingan hingga pohon tersebut berbuah. Termasuk ada garansi untuk bibit pohon yang mati sebelum berbuah,” papar Sajidun.

Sajidun menerangkan, selain itu bagi pembeli bibit pohon yang ingin menanam pohon dalam skala besar, pihaknya juga bisa menghitungkan Break Event Point (BEP) nya.

“Kami bisa menghitungkan BEP, dari mulai tanam hingga berbuah, sehingga diketahui kapan bisa balik modal. Hal itu akan membuat pembeli bibit bisa mengetahui keuntungan yang didapat, ditambah untuk bibit yang mati akan kami ganti karena bergaransi,” ungkap Sajidun.

Sajidun menambahkan, dengan konsep demikian harapannya akan dapat memberikan edukasi kepada pengunjung bahwa menanam pohon buah itu mudah, dan tentunya berpotensi menjadi sumber penghasilan tambahan.

“Pengunjung yang awalnya ragu untuk bercocok tanam, jadi lebih mantap setelah ada pendampingan. Program ini selain mengedukasi juga mengajak masyarakat bertanam pohon buah,” jelas Sajidun. (cha)

Artikel Menarik Lainnya :  Soal Perpanjangan PPKM, Pemkab Magelang Tunggu Instruksi Gubernur