Hari ini, Vaksinasi Covid-19 Perdana di Kota Magelang

DINAS KESEHATAN. Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang, dr Majid Rohmawanto.
DINAS KESEHATAN. Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang, dr Majid Rohmawanto.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Sebanyak 7.280 dosis vaksin Covid-19 tiba di Kota Magelang, Sabtu (23/1) malam lalu. Vaksin Sinovac tersebut saat ini telah didistribusikan di 19 fasilitas kesehatan (Faskes) di Kota Magelang. Rencananya, imunisasi tahap pertama akan digelar hari ini, Senin (25/1), dengan sasaran jajaran Forkompimda dan tenaga kesehatan (nakes) di Kota Magelang.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang, dr Majid Rohmawanto mengatakan, daerah ini mendapat 7.280 dosis vaksin dari Pemprov Jawa Tengah. Sasarannya dialokasikan bagi 3.630 nakes dan lainnya.

”Rentang waktu antara penyuntikan tahap pertama dengan tahap kedua adalah 14 hari. Kita sudah siapkan 19 faskes, terdiri dari 7 Rumah Sakit, 5 Puskesmas, 6 Klinik, dan 1 Balkesmas,” kata Majid, Minggu (24/1).

Adapun vaksinator akan dilakukan oleh nakes yang telah mendapat pelatihan dari Satgas Covid-19 Jawa Tengah. Masing-masing faskes mendapat jatah 4 orang vaksinator.

”Besok (hari ini) direncanakan pencanangan vaksinasi terhadap Forkompinda Kota Magelang di Pendopo RSUD Tidar. Selanjutnya diikuti 19 faskes lainnya,” imbuhnya.

Majid mengatakan, target vaksinasi tahap pertama selesai pada pekan depan. Saat ini, vaksin yang telah terdistribusi di 19 faskes disimpan di tempat khusus dengan suhu 2-8 derajat celcius.

”Disimpan di kulkas sebenarnya juga bisa asal jangan di boks pintu yang sering dibuka. Semua faskes sudah memahami hal itu. Vaksin tidak boleh disimpan lama-lama, sehingga besok (hari ini) kita langsung imunisasi,” terangnya.

Ia menambahkan, sasaran penerima vaksin adalah mereka yang tidak memiliki komorbid atau penyakit penyerta yang berisiko, berusia antara 15-59 tahun, dan tidak pernah terjangkit Covid-19 sebelumnya. Meski vaksin ini diprioritaskan untuk nakes, namun Dinkes tetap akan menyaring sejumlah nakes yang pernah terpapar Covid-19.

”Kalau sudah pernah kena (positif Covid-19) dianggap sudah muncul antibodi. Jadi nanti ada tahap screning, kita akan mengetahui sudah kena/komorbid atau tidak,” imbuhnya. (wid)
#Satgascovid19 #Ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here