Dokter Aziz Janji Tak Rombak ASN Secara Radikal

WALIKOTA. Calon Walikota Magelang terpilih dr Muchammad Nur Aziz berjanji tak akan melakukan perombakan pejabat ASN usai dirinya dilantik, hanya karena pandangan politik praktis.
WALIKOTA. Calon Walikota Magelang terpilih dr Muchammad Nur Aziz berjanji tak akan melakukan perombakan pejabat ASN usai dirinya dilantik, hanya karena pandangan politik praktis.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG- Calon Walikota Magelang terpilih, dr Nur Aziz memastikan tidak akan melakukan mutasi pejabat aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Magelang secara radikal, setelah dilantik nanti. Meski dia tak menampik bahwa ada silang dukungan saat pemilihan kepala daerah (Pilkada) lalu. Dia menilai perbedaan saat kontestasi politik merupakan kejadian yang sangat lazim dan wajar.

”Kepada ASN saya harap jangan takut. Semua kembali lagi. Pengabdian ASN itu untuk negara bukan untuk pribadi atau perorangan,” kata Aziz, kepada wartawan, Minggu (24/1).

Ia menjelaskan, ada aturan dan mekanisme untuk mutasi ASN. Dalam UU, lanjutnya, yang dijadikan parameter adalah kinerja ASN itu sendiri untuk mengabdikan diri kepada negara.

”Tidak ada aturan kemarin mendukung ini, jadi harus dipindah, tidak ada kan. Saya tidak akan melakukan perombakan ASN secara radikal. Apalagi di aturan sudah jelas, apa indikator ASN naik pangkat itu,” ujarnya.

Baca Juga
Pencarian Nelayan Hilang Terus Berlanjut, Tim SAR Temukan Jaring Milik Korban

Dokter spesialis penyakit dalam tersebut menilai sebuah keniscayaan bila ada perbedaan dukungan ASN saat kontestasi politik lalu. Menurutnya, perbedaan dukungan ini adalah bagian demokrasi dan tidak sepatutnya dicoreng karena politik praktis, seperti mutasi pejabat.

”Kita jamin tidak ada pergantian. Kota Magelang sudah baik. Tidak serta merta yang kemarin berseberangan terus kita pindah. Kita tidak sepicik itu,” ucapnya.

Menurut Aziz, setelah dilantik nanti, komitmen yang akan ia lakukan adalah merangkul semua pihak. Termasuk ASN, lanjutnya, dengan cara tidak memandang latar belakang mereka saat pilkada.

”Peran walikota itu hanya dinamisator dan pendorong supaya masyarakat maju. Jadi strategi kita ke depan merangkul semua, kita ajak diskusi, dan memberi solusi. Seperti kemarin janji kita, membuat pemerintahan yang partisipatif, transparan, sehingga kontribusi masyarakat akan terus bermunculan,” tandasnya.

Artikel Menarik Lainnya :  PPKM Darurat, Pemkab Magelang Bagi-bagi Paket Sembako pada Warga Berdampak

Sementara itu, Ketua Tim Kampanye Data dan Media, Paslon Aman, Marjinugroho menuturkan bahwa sosok dr Aziz ini adalah calon pemimpin yang humanis. Ia mengaku sering mendengar desas-desus wacana mutasi pejabat ini dari kalangan ASN. Kendati begitu, dia menjamin bahwa perombakan besar-besaran akibat latar belakang politik praktis di masa kepemimpinan dr Aziz, tidak akan pernah terjadi.

”Perlu diketahui kalau Pak Aziz ini seringkali waktu kampanye, meminta kepada ASN untuk jangan takut dan tidak usah khawatir kalau punya pendapat atau dukungan ke paslon mana. Karena nanti setelah kompetisi kita sama-sama bersatu. Saya yakin, setelah dilantik dan 100 hari kerja dimulai, tidak ada mutasi besar-besaran yang dikhawatirkan itu,” katanya.

Menurut Marjinu, pernyataan dr Aziz ini sekaligus menepis kekhawatiran ASN, yang takut bakal terdampak perombakan atau mutasi pejabat. Karenanya, dia berharap agar ASN tetap profesional.

”Beliau (Nur Aziz) sangat paham, bagaimana pengangkatan dan pemberhentian pejabat pemerintahan itu karena kinerjanya, bukan karena siapa yang dia dukung,” ujar Politisi Partai Demokrat itu.

Marjinu menilai, lebih baik ASN dan semua abdi negara saat ini lebih berfokus untuk membuat tata pemerintahan yang baik dan transparan dari pada memikirkan kekhawatiran soal perombakan itu. Apalagi Kota Magelang saat ini masih dalam suasana pandemi Covid-19.

”Jangan terganggu fokus ASN ini mau dipindah atau tidak. Lebih baik tidak usah pikirkan itu. ASN punya standardidasi sendiri kok. Yang terpenting sekarang bagaimana caranya kita menerjemahkan visi misi Pemkot Magelang, dan bangkit dari pandemi Covid-19,” pungkasnya. (wid)