3 Rumah Roboh, 35 Rusak, Dampak Tanah Bergerak di Wonosobo

MONITOR. Kepala BPBD Wonosobo bersama relawan melakukan monitoring  dan penyerahan bantuan logistik kepada warga terdampak pergerakan tanah di Desa Medono Kaliwiro.
MONITOR. Kepala BPBD Wonosobo bersama relawan melakukan monitoring  dan penyerahan bantuan logistik kepada warga terdampak pergerakan tanah di Desa Medono Kaliwiro.

magelangekspres.WONOSOBO– Pergerakan tanah di Desa Medono Kecamatan Kaliwiro semakin mengkhawatirkan. Total jumlah rumah yang mengalami kerusakan sebanyak 35 unit rumah. Bahkan tiga diantaranya sudah roboh.

“Kami sudah lakukan monitoring bersama di Desa Medono. Ada dua dusun yaitu Pundung dan Dusun Medono, yang kondisi rumah warganya rusak,  baik rusak sedang, ringan maupun berat,” ungkap kepala BPBD Wonosobo Zulfa Ahsan Alim Kurniawan.

Menurutnya, pemantauan terhadap pergerakan tanah di Desa Medono terus dilakukan oleh warga setempat, pemerintahan Desa Medono dan juga relawan. Hal tersebut untuk melihat kondisi dan dampak jika pergerakan terus meluas.

“Pegerakan tanah terus-menerus sejak sekitar dua minggu lalu sampai, berdampak pada pemukiman penduduk, akses jalan penghubung antar desa, retakan semakin lebar dan meluas,” ucapnya.

Dijelaskan, belum ada upaya yang signifikan untuk menghentikan pergerakan tanah tersebut, sebab hal itu kondisi alam, dampak dari hujan deras yang mengguyur beberapa pekan ini. Pihaknya menghimbau kepada pemerintah desa setempat untuk tingkatkan kewaspadaan, serta melakukan pengamatan bersama.

“Paling efektif melakukan deteksi dini, untuk meminimalisir risiko jika terjadi longsor atau tanah amblas. Melakukan mitigasi dan himbauan kewaspadaan jangan sampai ada korban jiwa,” katanya.

Zulfa menambahkan, hujan deras masih akan berlangsung hingga akhir bulan Januari 2021. Padahal dalam tiga hari saja sudah terjadi berbagai kejadian longsor di sejumlah titik, seperti di Kecamatan Kejajar, Kecamatan Garung dan Kecamatan Sukoharjo.

“Di Kecamatan Kejajar, ancaman longsor di Desa Tambing, di Desa Surengede dan jalan utama menuju kawasan dataran tinggi Dieng,” katanya.

Sedangkan di Kecamatan Garung, longsor terjadi di Desa Maron, dapur milik dua KK ambrol. Di Kecamatan Sukoharjo, longsor menimpa sejumlah rumah milik warga.

Artikel Menarik Lainnya :  Innalillahi... Angka Kematian Akibat Covid-19 Capai 80 Ribu

“Peran serta relawan bencana, pemerintah desa, TNI, Polri dan komunitas yang lain, sungguh luar biasa dalam membantu membersihkan material longsor,” pungkasnya. (gus)