Ditetapkan Sebagai Walikota Magelang Terpilih, Dokter Aziz Rancang 1.000 Tes Swab Per Pekan

Ditetapkan Sebagai Walikota Magelang Terpilih, Dokter Aziz Rancang 1.000 Tes Swab Per Pekan
Ditetapkan Sebagai Walikota Magelang Terpilih, Dokter Aziz Rancang 1.000 Tes Swab Per Pekan

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Calon Walikota Magelang, dr Nur Aziz mulai merancang rencana kerja jelang pelantikan dalam waktu dekat. Salah satu fokus utamanya adalah penanganan pandemi Covid-19. Aziz mengaku akan meningkatkan tes swab 1.000 spesimen setiap pekannya.”Memang nanti Covid-19 akan teredam dengan adanya vaksinasi. Tapi itu bertahap. Oleh karena itu, sebelum merata (vaksinasi) kita akan tingkatkan 1.000 tes per minggu,” katanya, saat ditemui wartawan, kemarin.
Seperti diberikan, pasangan dr Muchammad Nur Aziz-KH M Mansyur resmi ditetapkan sebagai Walikota dan Wakil Walikota Magelang terpilih pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020. Penetapan itu dilaksanakan dalam rapat pleno terbuka yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Magelang di Hotel Atria, Kamis (21/1) malam.

Ia menjelaskan, dengan adanya kenaikan tes, maka proses 3T (tracing, test, treatment) bisa mudah dijalankan. Ditambah lagi, pihaknya komitmen untuk meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya 3M (mengenakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun). ”Standar target WHO dibanding dengan jumlah penduduk memang kisaran 100-125 per pekan di Kota Magelang. Tapi insya Allah ke depan kita akan tingkatkan 10 kali lipat atau 1000 persen dari target WHO itu, sehingga persentase kesembuhan bisa ditingkatkan, dan angka kematian bisa kita tekan,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga ingin adanya peningkatan sosialisasi 3M, sehingga masyarakat menerapkan kebijakan itu dengan penuh tanggung jawab dan disiplin. Aziz bercerita, dia sendiri pernah menjadi penyintas Covid-19, seusai menghadiri penghitungan cepat (quick qount) Pilkada, 9 Desember 2020 lalu.
”Kebetulan saya juga barusan terkena Covid-19. Memang tidak bisa diremehkan, tapi juga jangan terlalu takut. Nanti Covid-19 ini akan teredam adanya vaksinasi, tapi sebelum itu kita harus patuhi protokol kesehatan secara ketat,” katanya.
Sebagai seorang yang pernah menjadi penyintas Covid-19, Aziz ingin masyarakat termotivasi dan bangkit dari keterpurukan. Sebab, ia menilai bahwa kunci penanganan Covid-19 disamping strategi realistis adalah perasaan kebahagiaan seseorang.
”Kuncinya kan bahagia. Jadi target kita adalah membuat masyarakat bahagia, meskipun pandemi Covid-19 masih terjadi,” ucapnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Ini Biaya Kremasi Jenazah COVID-19

Baca Juga
Aktivitas Merapi Menurun, Pengungsi Boleh Pulang

Ketika menjadi penyintas, dokter spesialis penyakit dalam itu bahkan sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Ia juga diminta untuk isolasi mandiri selama 3 pekan.

”Gejalanya batuk dan demam. Saya sempat dirawat, tapi Alhamdulillah setelah tes swab 4 kali, negatif, dan sekarang sudah sembuh total,” kata Aziz.

Statusnya yang pernah menjadi penyintas Covid-19, membuat Aziz tak masuk dalam skala prioritas vaksinasi, yang rencananya akan digelar di Kota Magelang mulai Februari 2021 mendatang.

”Saya penyintas jadi tidak masuk dalam prioritas. Tapi kalau masyarakat menginginkan saya sebagai orang pertama yang divaksin, ya saya mau saja. Harapannya ini bisa memotivasi masyarakat mau divaksin,” ucapnya.

Seusai dilantik nanti, Aziz mengaku akan langsung bekerja. Dia berencana untuk terjun ke masyarakat setiap minggunya.

”Setiap minggu kita akan sambangi warga di tingkat RT/RW untuk menjaring aspirasi, sekaligus memetakan kebijakan yang ke depan akan kita tempuh,” papar dia. (wid)