Produktivitas Panen Padi di Temanggung Tahun ini Meningkat

PANEN. Dengan menggunakan mesin panen, tanaman padi lebih cepat dipanen. 
PANEN. Dengan menggunakan mesin panen, tanaman padi lebih cepat dipanen. 

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Peningkatan produktivitas pada panen raya padi tahun ini diharapkan mampu menopang kebutuhan pangan masyarakat. Sehingga ketahanan pangan bisa benar-benar terwujud dari peningkatan produktivitas padi.

“Jika hasil panen selalu mengalami peningkatan seperti saat ini, ketahanan pangan di Kabupaten Temanggung di awal tahun sampai beberapa bulan mendatang dipastikan dalam kondisi baik sehingga masyarakat tidak perlu resah,” demikian diungkapkan Bupati Temanggung M AL Khadziq, usai panen perdana padi varietas Inpari 32 di Kelompok Tani Mapan Parakan, Kamis (21/1).

Menurut Bupati, menghadapi pandemi Covid-19 ini, Pemerintah Kabupaten Temanggung sudah mempersiapkan diri, termasuk menyediakan lumbung-lumbung tanaman pangan dengan menampung hasil panen dari petani.

“Selama pandemi Covid-19 ini ketahanan pangan tetap terjaga dengan baik, apalagi saat ini produktivitas padi yang ditanam petani mengalami peningkatan yang cukup signifikan,”katanya.

Baca Juga
DPRKPLH Temanggung Masih Cari Bantuan Bibit Program Sabuk Gunung.

Apalagi saat ini sebagian petani sudah mulai menanam padi dengan varietas inpari 32, varietas ini hasilnya cukup menggembirakan dengan hasilnya lebih maksimal yakni 10,5 ton per hektar. Hampir dua kali lipat dibanding varietas lain yang berkisar 6 ton per hektar. Varietas tersebut kini sedang dikembangkan di Temanggung.

“Dengan perawatan yang bagus, produktivitasnya akan semakin meningkat,” ujarnya.

Pengembangan varietas unggul ini, sebagai langkah pemkab mewujudkan cadangan pangan yang cukup bagi masyarakat mengingat sejak pandemi ada kekhawatiran krisis pangan.

Semoga keberadaan varietas ini, cadangan pangan di Temanggung semakin meningkat dan terjadi efisiensi lahan pertanian, selain juga peningkatan budidaya dan usaha pertanian. Dampak yang dituju adalah penghasilan petani bertambah banyak dan sejahtera.

“Secara umum terjadi surplus pangan di Temanggung dan menjual ke luar Temanggung,” katanya.

Artikel Menarik Lainnya :  Jangan Khawatir! Warga Terdampak Covid-19 di Temanggung Bakal Dapat Jatah Beras Gratis

Kepala Balai Penyuluhan Pertanian Parakan, Taryono mengatakan penyuluh mendorong petani untuk menanam padi kualitas unggul dan menerapkan sistem budidaya pertanian yang terbaik. Sebab dengan sistem ini akan berdampak pada peningkatan hasil produktivitas dan kesejahteraan.

“Kami selalu dampingi petani, agar mendapat hasil yang terbaik,”katanya.

Sementara Ketua Kelompok Tani Mapan Parakan Madnur mengatakan, kelompoknya mulai mengembangkan padi dengan varietas inpari 32, varietas ini selain cocok ditanam di Kabupaten Temanggung, hasilnya juga sangat memuaskan.

“Produktivitasnya jauh dibandingkan dengan padi-padi biasanya, dalam satu hektar bisa memperoleh 10,6 ton gabah kering panen,”katanya.

Menurutnya, varietas ini mempunyai keunggulan dibandingkan dengan varietas lainnya, namun juga mempunyai kelemahan. Hanya saja kelemahan dari varietas ini sangat mudah diatasi.

“Keunggulannya pada produktivitasnya yang cukup banyak, sedangkan kelemahnanya memang rawan terhadap wereng coklat, tapi kelemahan ini sangat mudah diatasi dengan mudah oleh petani,”katanya.

Ia mengaku, saat ini kelompoknya juga dipercaya untuk mengembangkan benih ini, dengan harapan kedepan petani bisa memperoleh benih padi varietas ini dengan lebih mudah.

“Kami akan berupaya maksimal, sehingga benih padi dari varietas ini bisa kami kembangkan dan bisa memenuhi kebutuhan petani di Temanggung,”tuturnya.(set)