30 Cabor di Wonosobo Dilatih Pencegahan Cedera, Hadirkan Pemateri dari UNY

MASSAGE. Salah satu sesi pelatihan pencegahan cedera di KONI Wonosobo bersama akademisi UNY selama dua hari (20-21/1).
MASSAGE. Salah satu sesi pelatihan pencegahan cedera di KONI Wonosobo bersama akademisi UNY selama dua hari (20-21/1).

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO – Salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki para pelatih hingga atlet di berbagai cabang olahraga (cabor) adalah langkah pencegahan cedera hingga penanganan di lapangan. Hal itu dianggap sebagai salah satu hal yang urgen oleh KONI Kabupaten Wonosobo. Karenanya diadakan Pelatihan Pencegahan Cedera serta langkah penanganannya bertempat di SC Klab selama dua hari (20-21/1). Kesempatan ini diikuti perwakilan dari 30 cabor.

Agenda dibuka Koordinator Bidang Pembinan dan Prestasi KONI Wonosobo, Nur Kholis. Dikatakan kompetensi itu menjadi salah satu dukungan penting dalam upaya meraih prestasi kedepannya.

“Pelatihan ini menjadi salah satu agenda penting bagi para pengurus cabor utamanya pelatih yang diharapkan bisa mendukung kinerja di lapangan. Hal itu sebagai bagian dari kompetensi para pelatih maupun atlet yang ada di Wonosobo untuk bisa mendampingi atlet agar performanya optimal,” ungkapnya.

Agenda yang diikuti 60 peserta itu diawali dengan materi berupa teori dilanjutkan praktik di hari kedua. Nara sumbernya empat dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Diharapkan dari pihak KONI, kerjasama dengan akademisi maupun praktisi dari UNY tersebut bisa berlanjut secara spesifik dalam lingkup cabor, mengingat tiap cabor memiliki pola latihan dan program yang berbeda.

Agenda pelatihan diisi berbagai materi termasuk strategi pencegahan cedera olahraga yang dipaparkan pemateri dari UNY asal Wonosobo, Wildan Wirawan Pinandita. Diungkapkan Wildan, komponen penting seperti pemanasan dan pendinginan hingga waktu istirahat yang cukup sebelum bertanding atau berolahraga adalah hal yang sangat penting.

“Banyak hal yang sering dilupakan seperti istirahat minimal harus ada sekitar 7 jam sebelum olahraga. Untuk penanganan cedera seperti dengan teknik massage bisa dilakukan oleh pelatih atau atlet secara mandiri agar jika ada kendala saat berlatih maupun bertanding bisa ditangani, selain cedera berat,” ungkapnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Salurkan Bansos, Kodim 0707/Wonosobo Bagikan 20 Ton Beras

Sementara itu pemateri lain Fatkurahman Arjuna memaparkan tentang teknik massage sebanyak 7 langkah. Termasuk juga memberikan berbagai hal yang wajib dilakukan pelatih terkait penyiapan kondisi fisik atlet.

Diungkapkan Fatkurahman, pelatih idealnya bisa memahami kondisi atlet sehingga sebelum bertanding benar-benar tahu apakah siap atau tidak. Dalam pelaksanaan pelatihan selama dua hari tersebut, dilakukan dengan penerapan prokes secara penuh baik di ruangan maupun di tempat terbuka. (win)