Sarpras Covid-19 Sisa Tahun Lalu Masih Tersimpan di Gudang

CEK. Salah satu petugas BPBD sedang mengecek sarpras bantuan untuk pencegahan Covid-19 di tahun 2020 lalu. 
CEK. Salah satu petugas BPBD sedang mengecek sarpras bantuan untuk pencegahan Covid-19 di tahun 2020 lalu. 

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Persediaan sarana dan prasarana untuk penanganan dan pencegahan Covid-19 di gudang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung masih aman. Bahkan bantuan alat Polymerase Chain Reaction atau PCR sudah diterima oleh BPBD Temanggung.

“Alhamdulillah persediaan peralatan untuk pencegahan penyebaran Covid-19 masih ada di gudang kami,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Temanggung Dwi Sukarmei, Rabu (20/1).

Ia menyebutkan, sejumlah peralatan yang masih tersedia dan bisa digunakan yakni di antaranya, alat pelindung diri 800 buah, masker kain sebanyak 60.000 buah, kaca mata gogle 70 buah, hand sanitizer 17 boks, sepatu untuk pemulasaran jenazah 20 pasang dan peti jenazah 4 buah.

Menurutnya, sejumlah sarana dan prasarana yang masih tersedia tersebut merupakan pengadaan tahun 2020 lalu, sedangkan anggaran di tahun 2021 ini masih belum bisa digunakan.

“Kami berusaha efektif dan efisien, sehingga dari awal Covid-19 sampai saat ini masih ada sarpras yang masih dibisa digunakan, kami tidak bisa membayangkan jika sarpras penanganan Covid-19 sudah habis, karena anggaran 2021 masih belum bisa digunakan,” katanya.

Baca juga
Curas di Pakis, Tersangka Nekad Ikat dan Pukuli Korban

Selain sarparas tersebut di akhir tahun 2020 lalu, tepatnya pada tanggal 29 Desember 2020, pihaknya menerima bantuan dari Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) berupa PCR.

“Respon dari BNPB sangat cepat, kami mengajukan permintaan bantuan sekitar tanggal 9 Desember 2020, dan permintaan bantuan itu disetujui oleh BNPB. Barang bantuannya berupa PCR sekarang sudah kami terima,” terangnya.

Setelah bantuan ini diserahterimakan, kemudian alat PCR tersebut langsung diserahkan kepada RSUD Djojonegoro.

“Karena memang teman-teman RSUD lah yang sangat membutuhkan peralatan ini. Melalui badan kami bantuan itu kami ajukan dan setelah turun langsung kami serahkan ke RSUD,” jelasnya.

Jika dinilai dengan rupiah, bantuan alat PCR tersebut senilai antara Rp1,5 miliar hingga Rp2 miliar, namun bantuan tersebut diserahkan dalam bentuk barang.

“Alat ini untuk mengetahui apakah positif atau negatif dari virus korona,” tuturnya.

Secara teknis lanjut Dwi, pihaknya tidak mengetahui secara pasti bagaiman acara mengoperasikan alat tersebut. Pihak rumah sakit yang akan mempelajari dan memahami bagaimana cara kerja PCR.

“Biasanya kan harus ke Magelang dan daerah lainnya untuk mengetahui hasil sampel yang ada, dengan PCR ini nantinya pemeriksaan bisa dilakukan di RSUD Temanggung,” katanya.

Meskipun peralatan sudah ada namun, belum ada training untuk penggunaan alat tersebut, sehingga masih butuh waktu secara maksimal.

“Secara teknis tenaga kesehatan yang lebih tahu, yang jelas alat tersebut sangat dibutuhkan oleh RSUD dan bagaimana selanjutnya akan ditangani oleh RSUD,” tandasnya. (set)