Jadi Zona Oranye, PPKM Kota Magelang Bisa Diperpanjang

GOWES. Walikota Magelang, Sigit Widyonindito memantau PPKM hari ke-9 dengan bersepeda sembari melihat secara langsung kedisiplinan warga terhadap penerapan protokol kesehatan, 
GOWES. Walikota Magelang, Sigit Widyonindito memantau PPKM hari ke-9 dengan bersepeda sembari melihat secara langsung kedisiplinan warga terhadap penerapan protokol kesehatan, 

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Walikota Magelang, Sigit Widyonindito akan terus menggelar evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang sudah memasuki hari kesembilan, Rabu (20/1). Saat ini, Sigit belum mampu memutuskan terkait rencana perpanjangan PPKM, meski angka positive rate (Ro) Covid-19 di Kota Magelang turun.

”Kita akan lihat bagaimana perkembangan ke depan. Kalau masih statis ya kita akan rumuskan yang terbaik bagi rakyat. Ada kemungkinan diperpanjang (PPKM), karena belum bisa kita prediksi,” kata Sigit di sela gowes santai bersama pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Magelang, Rabu (20/1).

Sigit menilai bahwa kunci dari pencegahan Covid-19 adalah keterlibatan semua pihak, termasuk masyarakat dan stakeholders lainnya. Untuk itu, pada kesempatan tersebut Sigit juga mengingatkan masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan sekaligus kedisiplinan terhadap aturan PPKM.

”Terus terang saya prihatin. Kuliner dibatasi, operasional usaha dibatasi, wisata dibatasi, bahkan tempat permainan anak, fitnes outdoor, dancing fountain juga masih dinonaktifkan. Cita-cita kita satu, biar zonanya berubah, sehingga kita bisa keluar dari pandemi ini,” ujarnya.

Baca Juga
Nabila Sabet Medali Emas Kompetisi Sains Nasional

Ia meminta masyarakat meningkatkan kedisiplinan penerapan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tanpa peran masyarakat, maka pandemi sulit berakhir yang berakibat terganggunya beragam sektor kehidupan.

”Saya melihat kesadaran masyarakat secara umum baik. Toko modern tutup sampai pukul 19.00 WIB, kuliner jam 22.00 WIB. Ya walaupun satu dua berbeda, tapi masih wajar,” ungkapnya.

Sigit juga menjelaskan bahwa Kota Magelang saat ini sudah berganti status menjadi zona oranye. Sebelumnya, kota seluas 18,56 kilometer persegi ini berstatus zona merah, sehingga ditetapkan PPKM bersama dengan daerah lain di Jawa Tengah.

Artikel Menarik Lainnya :  Antusiasme Warga Ikuti Vaksinasi Polres Magelang Kota

”PPKM sudah berjalan 9 hari dan ada kabar menggembirakan, zona kita berubah dari merah ke oranye. Saya kira ini baik, berarti PPKM cukup berdampak positif pada pencegahan penyebaran Covid-19,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang, Joko Budiyono menyebutkan, Ro Kota Magelang dalam satu pekan PPKM ini turun menjadi 21 persen dari sebelumnya yang mencapai 65 persen.

”Pengiriman spesimen dari swab test juga terus kita tambah selama PPKM pekan pertama ini. Bahkan, kita mampu mencapai 705 persen dari standar WHO, atau 839 spesimen per pekan,” ujarnya.

Joko menilai, adanya PPKM dan optimalisasi 3T (tracing, test, treatment) dapat mengurangi angka penyebaran Covid-19 di Kota Magelang. Dia berharap, berakhirnya PPKM 25 Januari nanti akan diiringi dengan penurunan Ro signifikan di Kota Magelang.

Terpisah, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang, Yis Romadon menambahkan, pelaksanaan PPKM di Kota Magelang ini memang belum memberikan hasil signifikan. Sebab, kasus Covid-19 di Kota Magelang masih menunjukkan risiko sedang, dan belum menunjukkan risiko rendah.

”Walau begitu, terjadi peningkatan skor indikator epidemiologi pada minggu pertama PPKM, dari semula 1,75 (zona merah), menjadi 1,93 (zona oranye),” pungkasnya. (wid)