Jalan Kabupaten Rusak, Empat Kades di Wonosobo Protes

PANTAU. Komisi C DPRD bersama dengan perwakilan kades kawasan Kalikajar Timur memantau langsung kondisi jalan rusak di Desa Karangduwur.
PANTAU. Komisi C DPRD bersama dengan perwakilan kades kawasan Kalikajar Timur memantau langsung kondisi jalan rusak di Desa Karangduwur.

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO– Perwakilan kades dari empat desa keluhkan kondisi jalan kabupaten yang menjadi penghubung antar desa di kawasan Kalikajar Timur. Pasalnya sudah 14 tahun jalan sepanjang 14 kilometer itu rusak dan tidak kunjung diperbaiki.

Empat kades tersebut meliputi Kades Karangduwur, Kades Kwadungan, Kades Purwojiwo dan Kades Wonosari Kecamatan Kalikajar.

“Sudah 14 tahun jalan kabupaten yang menjadi penghubung 8 desa di kawasan Kalikajar Timur, kaki Gunung Sumbing ini tidak mendapatkan perhatian, kondisi rusak parah,” ungkap Kades Kwadungan, Bagiyo, kemarin saat gelar audiensi dengan komisi C DPRD Wonosobo  di Balai Desa Kwadungan Kalikajar.

Hadir dalam acara itu, jajaran pimpinan dan anggota Komisi C DPRD Wonosobo bidang infrastruktur dan pembangunan, Bina Marga DPU PR Wonosobo dan empat orang kades perwakilan dari Kalikajar Timur.

Menurutnya, jalan kabupaten yang menjadi penghubung antar desa itu memiliki panjang 14 kilometer, dari Kedalon Kalikajar hingga Banyumudal Sapuran. Sudah hampir 14 tahun tidak pernah mendapatkan perhatian, kondisi saat ini rusak parah.

“Sudah 14 tahun tidak pernah ada perbaikan, kondisi rusak parah, setidaknya menjadi penghubung lima desa,” ucapnya.

Selain itu, rusak jalan lain yang berada di kawasan Kalikajar Timur adalah ruas jalan Kembaran-Banyumudal sepanjang 12 kilometer, kondisi juga rusak, padahal jalur itu menjadi jalur utama angkutan sayuran dari lereng Gunung Sumbing ke Pasar Kertek.

Baca Juga
Semangati Anggota Kodim Wonosobo, Aqua Dwipayana Sebut Totalitas dalam Bekerja dan Silaturahim

“Jalan 12 kilometer itu rusak. Bahkan ada ruas jalan sepanjang 3 kilometer status jalan kabupaten penghubung Desa Kwadungan dan Banyumudal, masil rolak, kami duga, belum pernah diperhatikan sejak Indonesia merdeka,” bebernya.

Berkaitan dengan hal itu, melalui momentum kepemimpinan baru Pemerintah Kabupaten Wonosobo, pihaknya berharap ada penuntasan jalan tersebut, sehingga akses ekonomi, sosial dan pendidikan bisa semakin baik.

Artikel Menarik Lainnya :  Wonosobo Mulai Krisis Tabung Oksigen, Pelayanan UGD RSUD Sempat Dihentikan

“Kita benar-benar berharap, ada perhatian lebih sungguh-sungguh dan serius dari pemerintah kabupaten, 2022, ruas tuntas bisa terealisasi,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi C DPRD Wonosobo, Wisnu Ibet Pradana mengemukakan, jalan kabupaten di kawasan Kalikajar Timur, yang menjadi penghubung antar desa, sudah puluhan tahun tidak mendapatkan perhatian.

“Dari hasil monitoring kami, kondisi jalan memang rusak parah, perlu mendapatkan perhatian, apalagi pemerintah baru nanti mengusung tema pembangunan jalan ruas tuntas untuk jalan yang memiliki posisi strategis,” ucapnya.

Menurutnya, jalan di Kalikajar Timur selain berfungsi sebagai penghubung antar desa, juga berfungsi sebagai pendukung utama sektor pertanian. Sebagaimana diketahui desa-desa di kaki Gunung Sumbing itu menjadi penghasil utama sayuran dan tembakau.

“Jadi Kalikajar Timur kaya dengan potensi sumber daya alam, menjadi lumbung sayuran Wonosobo, terdapat kopi arabika terbaik, kambing peranakan etawa terbaik dan lokasi wisata minat khusus,” pungkasnya.(gus)