Purworejo Terima Vaksin Mulai Februari, Nakes Jadi Prioritas Vaksinasi

KETERANGAN. Kepala Dinkes Purworejo dr Sudarmi MM memberikan keterangan terkait rancana vaksinasi saat CVP secara virtual, 
KETERANGAN. Kepala Dinkes Purworejo dr Sudarmi MM memberikan keterangan terkait rancana vaksinasi saat CVP secara virtual, 

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO- Sebanyak 11 rumah sakit, 27 puskesmas, dan 2 klinik di Kabupaten Purworejo disiapkan untuk pelaksanaan program vaksinasi. Pada tahap awal, tenaga kesehatan kesehatan akan menerima vaksinasi terlebih dulu disusul kemudian pelayan publik seperti TNI, Polri, dan ASN.

Informasi itu mengemuka dalam Forum Dengar Arpirasi Masyarakat atau Ciritical Voice Point (CVP) periode Januari dengan tema “Kesiapan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 Kabupaten Purworejo tahun 2021” di Command Center, Senin (18/1). Hadir Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM, Wakil Bupati Yuli Hastuti SH, Sekda, Asisten III Sekda, Plt Asisten I, Kadinkes, Plt Dinkominfo serta Kabag Humas dan Protokol Setda. Secara virtual, CVP diikuti Kepala OPD, Kabag Setda, Camat, Forkopimcam, lurah/kades, jajaran RS, Puskesmas, Organisasi profesi di bidang kesehatan dan masyarakat umum.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purworejo dr Sudarmi MM menjelaskan bahwa seluruh jajarannya telah siap melaksanakan program vaksinasi. Saat ini pihaknya masih menunggu vaksin dan logistik yang diperlukan.

“Pada tahap awal, SDM kesehatan akan menerima vaksinasi terlebih dahulu disusul kemudian pelayan publik. Bagi masyarakat umum, sesuai roadmap dari pemerintah akan dilakukan vaksinasi pada bulan April 2021 hingga Maret 2022,” jelasnya.

Disebutkan, jumlah SDM kesehatan, baik Nakes maupun non-Nakes di Kabupaten Purworejo berjumlah 3.823 orang. Minimal sebanyak 70 persen SDM kesehatan nantinya akan menerima vaksinasi.

“Sesuai surat terakhir yang kami terima tanggal 8 Januari 2021, Purworejo akan menerima vaksin pada bulan Februari untuk Nakes, itupun tidak semua tetapi bertahap,” sebutnya.

Terkait keamanan vaksin, Sudarmi menekankan bahwa pada dasarnya vaksinasi Covid-19 telah dinyatakan aman. Adapun efek samping, terdapat dua efek samping yang bisa ditimbulkan dari vaksinasi ini, yakni efek samping lokal dan efek samping sistemik.

Artikel Menarik Lainnya :  20 Formasi CPNS di Purworejo Masih Kosong Pelamar, Pendaftaran Diperpanjang hingga 26 Juli 2021

Baca Juga
DHC ‘45 Sayangkan Penggantian Lambang Garuda Jadi Patung Anak SD

Efek samping lokal, seperti ada bekas merah dan pusing yang masih wajar dialami saat menerima vaksinasi. Efek samping sistemiknya yakni tidak enak badan, nyeri otot dan demam sedikit namun dapat segera pulih.

“Masyarakat sasaran, akan mendapatkan SMS dari peduli covid. Setelah mendapatkan sms, kita melakukan verifikasi registrasi ulang. Hal ini untuk memastikan domisili dimana, kapan pelaksanaan vaksinasi dan tempatnya dimana, termasuk kesehatan atau self skrining, Intinya kita siap melaksanakan program vaksinasi Covid-19,” terangnya.

Bupati Agus Bastian mengatakan, secara garis besar pandemi Covid-19 di Kabupaten Purworejo belum mengalami penurunan. Untuk itu, pihaknya menghimbau agar masyarakat jangan menyepelekan situasi selama pandemi.

“Saya beberapa kali melihat, ada Sebagian masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan dan terkesan abai dan menyepelekan pandemi ini. Virus ini masih ada dan masih dapat mengancam warga Purworejo,” katanya.

Terkait vaksinasi, Bupati menegaskan bahwa dirinya beserta seluruh jajaran Pamkab Purworejo siap divaksin dan turut mensukseskan program vaksinasi ini. Melalui arahan pemerintah pusat, nantinya warga masyarakat juga akan diberikan vaksinasi secara bertahap melalui jajaran Dinkes.

Menurutnya, perlu adanya gerakan edukasi semua lini untuk memberikan pemahaman yang benar dan mengkounter berita hoax yang sudah beredar di media. Berdasarkan penelitian para pakar dibidangnya, saat ini vaksinasi merupakan cara yang paling efektif untuk penanggulangan pandemi.

Keberhasilan vaksinasi dengan indikator cakupan minimal 70 persen menentukan selesainya pandemi untuk mencapai herd immunity. Jika cakupan tidak tercapai, maka herd immunity tidak tercapai.

“Mari kita sukseskan program ini, karena dengan vaksinasi ini kita akan mendapatkan kekebalan kolektif untuk melawan virus Covid-19. Sosialisasikan program ini dengan narasi yang positif. Kesiapan masyarakat merupakan kunci sukses program ini,” tegasnya. (top)

Artikel Menarik Lainnya :  Hadapi Pandemi Covid-19, Purworejo Gelar Doa Bersama Lintas Agama

#satgascovid19 #ingatpesanibu#pakaimasker #jagajarak#jagajarakhindarikerumunan#cucitangan#cucitanganpakaisabun