Museum BPK RI Ditutup, hanya Buka Secara Virtual Selama Pademi

DITUTUP. Museum BPK RI di Jalan Diponegoro Kota Magelang ditutup untuk umum, dan hanya dibuka secara virtual sejak pandemi Covid-19 terjadi.
DITUTUP. Museum BPK RI di Jalan Diponegoro Kota Magelang ditutup untuk umum, dan hanya dibuka secara virtual sejak pandemi Covid-19 terjadi.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Tak hanya saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), Museum Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI di Jalan Diponegoro, Kota Magelang sudah tutup operasional sejak Maret 2020 lalu. Saat ini, museum hanya dibuka secara virtual.

“Pelayanan bukan dengan konvensional berupa tatap muka, tapi secara virtual. Masyarakat yang mau ke museum tidak perlu ke lokasi, tapi cukup melalui program ini,” kata Kepala Museum BPK RI Kota Magelang, Dicky Dewarijanto, Senin (18/1).

Program tersebut bernama “Layanan Virtual Museum” selama PPKM. Program ini menjadi salah satu layanan museum kepada para pengunjung.

“Kami sudah tutup operasional secara offline sejak bulan Maret 2020 sesuai arahan pusat. Walaupun tutup secara operasional, kami tetap melayani pengunjung secara virtual dengan program Layanan Museum Virtual. Layanan ini sudah berjalan selama tiga bulan sejak Oktober 2020 lalu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Layanan Virtual Museum ini dilakukan dengan memanfaatkan aplikasi Zoom. Program ini terbuka bagi instansi seperti sekolah, universitas, dan lainnya.

Dengan layanan virtual museum ini, kata Dicky, pihaknya tetap bisa melayani pengunjung tanpa kenal jarak dan waktu. Ia menyebut banyak pengunjung dari luar Jawa yang mengikuti program ini.

Baca Juga
SMP Mutual Kota Magelang Gelar Kulsub Virtual di Tengah Pandemi

“Meski begitu, kami akui jumlah pengunjung turun drastis sejak pandemi berlangsung. Sisi lain, kami bersyukur masih bisa melayani pengunjung meski secara daring,” katanya.

Dia menambahkan, selain pelayanan pengunjung yang dilakukan secara online, dalam menghadapi pandemi ini, saat sekarang sesuai arahan BPK Pusat dan Gubernur Jawa Tengah untuk Kota Magelang, pihak museum juga membatasi pegawainya untuk Work Form Office (WFO) menjadi 25 persen dan 75 persen untuk pegawai Work From Home (WFH).

Artikel Menarik Lainnya :  Disperpa Pastikan Hewan Kurban di Kota Magelang Laik Konsumsi

“Untuk perawatan museum kami masih terus lakukan selama pandemi ini dengan menyemprotkan disinfektan di setiap ruangan seminggu sekali,” tuturnya.

Museum yang ada di kompleks Eks Bakorwil Kedu-Surakarta ini sebenarnya sudah bisa membuka operasionalnya kembali, karena telah memperoleh rekomendasi dari Satgas Covid-19 Kota Magelang. Namun, pengelola museum tidak ingin terburu-buru melakukan hal tersebut dan memilih menunggu arahan dari BPK Pusat dan melihat kondisi lingkungan terkini di Kota Magelang.

“Meski masih tutup, kami sudah mempersiapkan peraturan jika nantinya sudah dibuka. Seperti jam operasional, sistem pemanduan, dan pembatasan pengunjung menjadi hanya 50 persen di setiap ruangan,” ungkapnya. (wid)
#Satgascovid19 #Ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun