Sungai Bogowonto Perlu Dinormalisasi, Atasi Langganan Banjir Wilayah Bageleb

Sungai Bogowonto Perlu Dinormalisasi, Atasi Langganan Banjir Wilayah Bageleb
Sungai Bogowonto Perlu Dinormalisasi, Atasi Langganan Banjir Wilayah Bageleb

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO – Tingginya sedimentasi Sungai Bogowonto disinyalir menjadi pemicu terjadinya banjir tahunan di kawasan Bagelen. Pasalnya, Kecamatan Bagelen menjadi wilayah langganan banjir. Hujan dengan intensitas tinggi kerap mengapungkan sejumlah desa di wilayah tersebut.

“Desa kami sebetulnya juga menjadi langganan banjir, namun banjir disini biasanya surutnya lebih cepat dibanding di hilir,” Kepala Desa Bugel, Sudarso, kemarin.

Menurutnya, banjir sungai Bogowonto selain dipicu hujan di daerah hulu, tetapi juga sedimentasi sungai yang sudah cukup tinggi. Pemerintah sebetulnya sudah memikirkan normalisasi disamping membangun parapet untuk menahan limpasan air dari sungai. Pembangunan parapet baru akan disosialisasikan.

Desa Bugel terdiri dari dua Pedukuhan dengan total penduduk 370 kepala keluarga (KK). Rinciannya Pedukuhan Bugel 225 KK dan Pedukuhan Sembir 145 KK.

Di ceritakan, BBWSO pada desarian 2013 sempat sosialisasi pembangunan parapet bersama DPU, Pemdes Bugel dan Bapangsari. Namun tidak jadi dan justru yang didahulukan dibangun wilayah Kecamatan Purwodadi oleh PT Hutama Karya.

Baca Juga
Jadwal Vaksinasi Covid-19 Kabupaten Magelang Dimulai Februari, Prioritas Tenaga Kesehatan

“Setahu saya dulu pada tahun 2013 itu yang garap PT Hutama Karya,  sementara yang akan sosialisasi besok katanya PT Brantas. Di Desa Bugel sendiri panjang parapet yang dibutuhkan kurang lebih 10 kilometer.

Ditambahkan, pekerjaan normalisasi memang tidak mudah, koordinasi juga harus dilakukan dari hilir sampai hulu meliputi Desa Dadirejo, Bapangsari, Bugel sampai Desa Clapar yang ada di hulu.

“Kalau idealnya parapet ya normalisasi, sebab ketika sedimentasi tinggi, ketinggian permukaan lebih rendah  dari sungai, saat banjir masuk sulit untuk mengalirkan air ke sungai. Jadi bicara idealnya ya dua-duanya (parapet dan normalisasi) tapi itu sudah menjadi domain pemerintah dan pemangku kebijakan sungai,” katanya.

Artikel Menarik Lainnya :  Belum Terima Bansos, Warga Diminta Lapor

Ya, Desa Bugel memamg menjadi langganan banjir. Pantauan di lapangan, ruas jalan kabupaten di Desa Bugel, Kecamatan Bagelen tertutup genangan air setinggi pinggang orang dewasa, kemarin (13/1). Hal itu membuat akses kendaraan dari dan ke Kecamatan Purwodadi terhambat.

“Pemicunya adalah banjir susulan sungai Bogowonto yang membuat selokan di Dusun Sembir, Desa Bugel, Kecamatan Bagelen kehilangan fungsinya. Banjir merendam jalan dan tidak bisa dilalui,” kata Kepala Dusun Sembir, Agung Widodo.

Selain Bugel, Dusen Bojong Desa Baoangsari Kecamatan Bagelen juga teremdam banjir. Banjir tersebut mengakibatkan sebanyak 91 warga setempat mengungsi pada, Senin (11/1) lalu. (luk)