Irene Tak Lagi Sendiri Tinggal di Rumah Kontrakan Jalani Isman Bersama Pamannya, Tinggal Nunggu Waktu Swab

    ISOLASI MANDIRI. Irene bersama Pamannya, Amonio, melaksanakan isolasi mandiri dirumah. Sebelumnya Irene isolasi dirumah sendirian dua malam, karena Paman dan Neneknya isolasi di rumah sakit.
    ISOLASI MANDIRI. Irene bersama Pamannya, Amonio, melaksanakan isolasi mandiri dirumah. Sebelumnya Irene isolasi dirumah sendirian dua malam, karena Paman dan Neneknya isolasi di rumah sakit.

     

    MAGELANGEKSPRES.COM,Irene Mardalenta Gea, gadis kecil sembilan tahun, sempat menjalani isolasi mandiri (isman) sendirian di rumah kontrakan. Tapi kini tidak. Pamannya, Amonio Zebua (31), sudah pulang ke rumah. Lega.

    SEBELUMNYA paman dan neneknya yang tinggal serumah dengannya harus isolasi mandiri di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tidar Kota Magelang. Keduanya suspek Covid 19.

    Mereka tinggal di rumah kontraan, di Jalan Semangka Raya Nomor 28 RT 5 RW 5 Perumahan Kalinegoro Mertoyudan.

    Sekarang ia menjalani isolasi mandiri bersama pamannya. Sedangkan neneknya, Siti Zama masih isolasi mandiri di rumah sakit.

    “Saya terus memikirkan Irene, yang tidur sendirian di rumah. Sejak Senin (14/12/2020) kemarin ibu saya (Nenek Siti Zama) masuk rumah sakit,” ucap Amonio, saat ditemui di rumah kontrakannya,  Jumat (18/12/2020).

    Saat itu Irene masih bisa ikut di rumah sakit. Namun sejak hari Selasa dan Rabu kemarin Irene harus tidur di rumah sendirian karena menjalani isolasi mandiri.

    “Karena informasi secara lisan dari perawat rumah sakit, ibu saya reaktif Covid 19. Hal itu juga membuat pihak rumah sakit menyuruh saya turut isolasi di rumah sakit. Namun Irene justru isolasi mandiri dirumah,” tambahnya.

    Amonio pun meminta izin kepada pihak rumah sakit, agar dapat isolasi mandiri di rumah. Diberilah izin. Pada Kamis (17/12/2020) sekitar pukul 20.00 WIB, Amonio pulang kerumah.

    “Kalau sudah ke rumah ga boleh balik rumah sakit, dan isolasi mandiri dirumah. Hal itu tidak menjadi masalah karena yang terpenting saya bisa menemani Irene dirumah. Adapun kondisi Ibu saya di rumah sakit, sudah mulai membaik,” terang Amonio, yang rencana pada Senin (21/12/2020) minggu depan akan melaksanakan Swab di Puskesmas bersama Irene.

    Artikel Menarik Lainnya :  Memprihatinkan, 2 SD Negeri di Kota Magelang Hanya Dapat 1 Siswa dalam PPDB 2021

    Amonio menceritakan perihal Ibunya masuk rumah sakit. Berawal dari sakit gigi yang membuat sang ibu tidak bisa makan secara teratur. Hal tersebut yang membuat asam lambungnya naik, sehingga harus dibawa kerumah sakit.

    “Awalnya berobat ke Puskesmas karena sakit gigi. Hal itu yang membuat ibu jarang makan dan asam lambung naik. Ketika di rumah sakit ternyata reaktif covid 19,” ungkap Amonio.

    Amonio menerangkan, keponakannya Irene masih mempunyai ayah di Nias. Sedangkan ibunda Irene sudah meninggal dunia pada tahun 2016.

    Ibunda Irene sebelum meninggal mengalami sakit akibat luka bakar dari ledakan kompor minyak tanah di Nias. Sebelumnya telah dilakukan pengobatan, sudah menjual harta benda dan hanya bertahan tiga tahun. Tahun 2016 Ibu Irene meninggal dunia.

    “Kemudian Irene saya ajak merantau ke Jawa,  awalnya ayah Irene tidak mengizinkan, namun akhirnya mengizinkan, karena saya merantau bersama ibu saya atau nenek Irene. Agar nenek tidak kesepian bila ada Irene. Adapun ayah Irene, masih berada di Nias, bersama kakak dan adik Irene,” papar Amonio, yang sehari-hari bekerja sebagai pemasang alat pemanas air ini.

    Nenek Irene, yang bernama Siti Zama, sebelum sakit, kesehariannya berkegiatan menjual kue bolang-baling keliling perumahan Desa Kalinegoro.

    “Irene sering ikut jualan kue bersama neneknya keliling perumahan dan kampung,” tutur Amonio.

    Dalam kesempatan tersebut Irene mengatakan, senang karena paman sudah pulang kerumah. Selama di rumah sendirian dirinya mengisi kegiatan dengan membaca buku pelajaran, karena tidak ada hiburan lain termasuk TV juga tidak ada di rumah kontrakan Irene.

    “Kalau makanan sudah banyak, karena tetangga pada ngasih makanan. Saya baca-baca buku pelajaran, mandi, makan, kemudian pukul 20.00 WIB tidur, setelah sebelumnya mengunci pintu depan,” ucap Irene, yang bersekolah di SDN 3 Kalinegoro.

    Artikel Menarik Lainnya :  Tak Patut Dicontoh. Harusnya Menjaga, Oknum Satpam Malah Mencuri

    Kepala Desa Kalinegoro, Hajid Mulyono, mengatakan, dirinya sudah lega karena Irene tidak sendirian dirumah lagi. Selama ini Hajid terus memantau kondisi Irene yang sendirian dirumah.

    “Saya tidak bisa membawa Irene untuk menginap di rumah saya, karena posisi Irene adalah isolasi mandiri. Oleh karenanya dalam program Jogo Tonggo ini para tentangga Irene turut menjaga Irene dari luar rumah, termasuk memasok kebutuhan Irene, makan minum dan lain-lain,” ungkap Hajid.

     

    Guna mencegah penyebaran virus covid-19, maka harus disiplin dalam 3M yaitu menggunakan masker, menjaga jarak aman dengan orang lain, serta rajin mencuci tangan. (*)

    #satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun