Banjir di Purworejo  Rendam Ratusan Hektar Sawah

TERENDAM. Areal persawahan di Desa Lubang Kidul Kecamatan Butuh Purworejo terancam rusak akibat terendam air.
TERENDAM. Areal persawahan di Desa Lubang Kidul Kecamatan Butuh Purworejo terancam rusak akibat terendam air.

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO – Banjir dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir tidak hanya menggenangi area pemukiman tapi ratusan hektar sawah juga turut terendam. Saat ini Pemkab sedang menginventarisir peserta Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) untuk menerima klaim asuransi sebagai ganti rugi akibat gagal tanam ini.

Kepala Biang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Purworejo, Eko Anang mengungkapkan, luasan lahan pertanian yang terendam banjir di Purworejo tercatat mencapai 612 hektar. Sebagian besar merupakan lahan pertanian sawah dan sebagian kecil berupa areal jagung.

Menurutnya, rendaman air ini tercatat terjadi di 37 desa di 7 kecamatan. Angka paling tinggi berada di Kecamatan Butuh sebanyak 17 desa, Kecamatan Pituruh 9 desa, Kecamatan Grabang dan Kecamatan Purwodadi masing-masing 3 desa, Kecamatan Kemiri dan Banyuurip masing-masing 2 desa, dan 1 desa di Kecamatan Ngombol. “Untuk lahan jagung yang terendam sekitar 10 hektar, yang lain merupakan tanaman padi,” kata Eko Anang, kemarin.

Umur tanaman padi sendiri yang ditanam bervariasi, mulai dari yang belum, baru saja ditanam serta sudah dilakukan penebaran pupuk. Disebutkan, biasanya jika terendam lebih dari 3 hari tanaman bisa mati.

“Pastinya mati dan harus ditanami lagi, kami belum tahu. Karena harus dilakukan inventarisasi lagi di lapangan,” imbuh Eko Anang.

Kepala DPPKP Purworejo, Wasit Diono menyebutkan jika tanaman yang rusak bisa dilakukan penggantian. Hal itu bisa diberikan kepada petani yang sudah mengikuti asuransi usaha tani padi (AUTP).

Baca Juga
Patuhi SE Gubernur Jateng, Pembelajaran Tatap Muka di Kota Magelang Kembali Ditunda

“Yang jelas akan diperhitungkan nanti untuk bisa mendapatkan asuransi,” kata Wasit.

Pihaknya sendiri nantinya akan melakukan inventarisasi, lahan mana saja yang petaninya sudah mengikuti AUTP. Sementara untuk yang belum mengikuti, otomatis tidak bisa mendapatkan.

Artikel Menarik Lainnya :  Diperiksa hampir 9 Jam, Azis Syamsuddin Pilih Tutup Mulut

“Kita tidak bisa berbuat banyak (untuk yang belum mengikuti AUTP),” imbuh Wasit.

Meski demikian, Wasit percaya sebagian besar petani akan mendapatkan. Pengalaman yang ada selama ini, kawasan tersebut merupakan langganan banjir sehingga petani bisa mendapatkan ganti untuk lahan mereka yang rusak karena banjir.

“Harus kita akui juga kalau tidak semuanya mengikuti ini,” tambahnya.

Melihat kerap terjadinya banjir di beberapa kawasan yang terdampak banjir, jauh-jauh hari Wasit mengaku jika pihaknya terus mendorong agar petani mengikuti Program AUTP. Dibandingkan nilai yang harus dibayarkan dengan total kerugian yang dialami, keberadaan asuransi itu banyak memberikan manfaat. (luk)