Covid-19 di Purworejo Naik Terus, Daya Beli Turun Lagi

KELILING. Penjual sate ayam keliling melayani pembeli di ruas jalan depan Gedung DPRD Purworejo, 
KELILING. Penjual sate ayam keliling melayani pembeli di ruas jalan depan Gedung DPRD Purworejo, 

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO- Terus bertambahnya kasus Covid-19 yang dikenal masyarakat sebagai gelombang kedua akhir-akhir ini cukup berdampak pada sektor perdagangan, khususnya usaha mikro dan kecil. Daya beli masyarakat yang sempat mengalami kenaikan, kini turun lagi.

Kondisi itu salah satunya dialami oleh Ubay (17), pedagang sate ayam yang biasa berkeliling di kawasan Purworejo kota.

“Kemarin-kemarin sudah agak bagus, tapi sekarang ini (daya beli masyarakat, red) agak turun lagi karena coronanya meningkat terus,” kata Ubay saat melayani pembeli di ruas jalan depan Gedung DPRD Purworejo, Kamis (17/12).

Menurut Ubay, kondisi itu tidak hanya dipengaruhi oleh faktor keuangan karena sepengetahuannya sudah banyak bantuan yang diterima masyarakat dari pemerintah. Faktor yang lebih berpengaruh saat ini lebih pada kembali pembatasan masyarakat untuk keluar rumah.

“Mungkin mau keluar pada takut juga,” lanjutnya.

Kondisi itu pun disikapi oleh Ubay dan 8 teman seprofesinya dengan tetap berkeliling serta meyakinkan konsumen bahwa produknya aman dari penularan virus. Selain itu, ia juga kembali mengurangi jumlah dagangan.

“Biasanya 300 tusuk, sekarang cuma 200 tusuk. Kalau mangkal tambah sulit, jadi kita harus jalan terus,” sebutnya.

Meski demikian, Ubay mengaku tetap bersyukur karena masih dapat berjualan keliling. Setidaknya sedikit laba yang diperoleh masih dapat untuk bertahan hidup.

“Alhamdulillah ini mending, dibandingkan dengan waktu gelombang pertama dulu itu, saya sempat tidak bisa jualan 3 bulan,” ujarnya.

Seperti diketahui, konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Purworejo masih fluktuatif dan cenderung bertambah beberapa bulan terakhir.  Pada Kamis (17/12), ada penambahan jumlah kasus konfirmasi positif. Penambahan itu cenderung menurun dibandingkan beberapa hari sebelumnya yang mencapai puluhan kasus.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Purworejo, dr Tolkha Amaruddin SpTHT-KL, melalui Kabag Humas dan Protokol Setda Purworejo, Rita Purnama SSTP MM, menyebutkan bahwa selain penambahan kasus konfirmasi, ada 1 orang pasien positif dari Kecamatan Bayan dinyatakan meninggal dunia.

Artikel Menarik Lainnya :  Napi di Lapas Cilegon Kendalikan 1,1 Ton Sabu

Dengan penambahan itu, total konfirmasi positif Covid-19 hingga saat ini mencapai 1.880 orang. Sebanyak 1.445 orang di antaranya dinyatakan sembuh/selesai isolasi.

“Total pasien meninggal dunia 72 orang,” sebutnya.

Sementara itu, pasien yang menjalani rawat inap ada 40 orang. Berikutnya yang masih isolasi mandiri ada 325 orang.

“Untuk total swab yang dilakukan sudah 14.845 kali. Hasil swab negatif ada 111.942 dan yang sedang menunggu hasil swab 1.019,” jelasnya.

Ditegaskan, kasus konfirmasi positif masih fluktuatif. Penyebaran Covid-19 juga kian meluas hampir di seluruh desa/kelurahan di Kabupaten Purworejo.

Karena itu, pihaknya kembali menghimbau kepada masyarakat agar terus meningkatkan kesadarannya untuk mematuhi 3M, yakni menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan menggunakan sabun.

“Masyarakat juga harus rajin beraktivitas fisik atau olahraga untuk menguatkan daya tahan tubuh,” tegasnya. (top)

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun