2.401 Kades dan Perangkat Desa di Wonosobo Jadi Peserta BPJS

JAMINAN SOSIAL. Rakor Rekonsiliasi Data dan Evaluasi Penyelenggaraan Jaminan Sosial bagi Pemerintah Desa Tahun 2020
JAMINAN SOSIAL. Rakor Rekonsiliasi Data dan Evaluasi Penyelenggaraan Jaminan Sosial bagi Pemerintah Desa Tahun 2020

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO- Sebagaimana kebijakan pemerintah daerah, sejak tahun 2018, kepala desa beserta perangkatnya agar masuk dalam keanggotaan BPJS Ketenagakerjaan. Dengan kepesertaan BPJS ini maka kepala desa beserta perangkatnya akan mendapatkan jaminan ketika purna tugas nantinya.

Sedangkan pada era pandemi, melalui BPJS Ketenagakerjaan, pemerintah pusat telah menyalurkan bantuan subsidi upah kepada seluruh pekerja yang telah menjadi peserta Jamsostek. Termasuk, para kades dan perangkat desa di Wonosobo yang berpenghasilan di bawah Rp5 juta.

Sebagaimana klaim jaminan telah terealisasi pada tahun 2018 sebesar Rp72 juta untuk 3 penerima manfaat. Kemudian pada tahun 2019 klaim terealisasi sebesar Rp249 juta untuk 23 penerima manfaat dan pada tahun 2020 klaim terealisasi sebesar Rp348 juta lebih untuk 22 penerima manfaat.

“Dengan menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan maka kepala desa dan perangkat desa mendapatkan jaminan ketika purna tugas nantinya. Bahkan purna tugas dengan alasan apapun juga,” ungkap Kepala Kantor Cabang Pembantu BPJS Ketenagakerjaan Wonosobo Acep Dwi Yuniman, pada Rakor Rekonsiliasi Data dan Evaluasi Penyelenggaraan Jaminan Sosial Bagi Pemerintah Desa Tahun 2020.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan santunan kematian kepada ahli waris Sukardi Suharyo (alm) mantan Kepala Desa Tlogomulyo sebesar Rp45.609.600,- dan kepada ahliwaris Muji Wardiyono (alm) mantan Kepala Desa Pagerejo sebesar Rp44.346.700.

Acep menambahkan, penerima manfaat bantuan ini diberikan kepada kepala desa, sekretaris desa, dan perangkat desa. Sementara jenis manfaat yang diterima berupa Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan (tabungan) Hari Tua, serta Jaminan (tabungan) Pensiun.

Baca Juga
Masih Banyak Warga Woonosobo Tak Disiplin Bermasker, Terdata Ratusan Pelanggar Dalam Dua Hari

“Jumlah peserta dari pemerintah desa sampai dengan Desember 2020, tercatat sebanyak 2.401 erangkat desa dan kades,” bebernya

Artikel Menarik Lainnya :  Pengawasan Inspektorat Pemda Harus Tegas dan Lebih Dini

Sementara itu,  Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra, M Aziz Wijaya, menyampaikan terimakasih kepada BPJS karena selama ini sudah bekerjasama dengan baik. Terutama dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan oleh kepala desa dan perangkatnya. Yang hari ini BPJS akan memberikan santunan kepada keluarga peserta.

“BPJS yang selama ini telah bekerjasama dengan baik, dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan oleh kepala desa dan perangkatnya,” ucapnya.

Aziz mengatakan Kabupaten Wonosobo menduduki peringkat 1 se-Jawa Tengah dalam hal kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Semua kepala desa dan perangkat desa sudah ikut secara keseluruhan. Sehingga kedepan diharapkan anggota BPD menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan juga.

Tak lupa atas nama pemerintah daerah, Aziz megingatkan kepada seluruh masyarakat Wonosobo untuk tetap menerapkan protokol kesehatan secara disiplin, di manapun dan kapanpun. Masyarakat adalah garda terdepan dalam upaya penanganan persebaran covid-19.

Guna mencegah penyebaran virus covid-19, maka harus disiplin dalam 3M yaitu menggunakan masker, menjaga jarak aman dengan orang lain, serta rajin mencuci tangan. (gus)

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun