Pelaku Usaha Perikanan Dikucur Bantuan Rp2,5 Miliar

SIMBOLIS. Sejumlah pelaku usaha perikanan menerima bantuan secara simbolis dari Pemerintah Kabupaten Temanggung di Pendopo Pengayoman,

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Ratusan pelaku usaha perikanan di Kabupaten Temanggung boleh tersenyum karena mereka mendapatkan bantuan langsung dari pemerintah setempat, di Pendopo Pengayoman Rabu (16/12).

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Temanggung, Slamet Saryono mengatakan, bantuan yang dikucurkan kepada pelaku usaha perikanan yakni sebanyak Rp2,5 miliar. Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk bantuan sosial tunai dan bantuan peralatan untuk budidaya ikan.

“Bantuan langsung tunai diberikan kepada 345 pelaku usaha perikanan dengan nilai bantuan sebanyak Rp1,2 miliar,” terangnya.

Kemudian lanjut Slamet untuk bantuan sarana prasarana perikanan berupa induk ikan, benih ikan, pakan ikan, dan wadah maupun kolam senilai Rp1,3 miliar diberikan kepadaa 54 kelompok usaha perikanan.

“Kami juga memberikan Fasilitasi bantuan pemasaran bekerja sama dengan Dinas Sosial dengan menyediakan ikan untuk paket program keluarga harapan. Bantuan fasilitasi ini diharapkan membantu kesulitan pemasaran yang dihadapi oleh para pelaku pemasaran,” katanya.

Ratusan pelaku usaha perikanan penerima bantuan ini baru sebagian dari jumlah pelaku usah perikanan di Kabupaten Temanggung yang diperkirakan mencapai 25.608 pelaku usaha.

Dari jumlah tersebut, 97 persennya telah terdampak Covid-19 yang terjadi selama ini. Dampak terbesar yang dialami karena menurunnya serapan pasar.

Baca Juga
Temanggung Tunggu Penentuan Zona Covid-19

“Karena serapan pasar tidak sebanyak pada saat kondisi normal, sehingga mereka mengurangi produksinya, menyesuaikan dengan pasar,” terangnya.

Bahkan lanjutnya, tidak sedikit dari pelaku usaha perikanan di Temanggung yang terpaksa harus tutup lantaran terimbas dampak Covid-19. Tidak hanya peternak atau pelaku usaha perikanan lainnya saja yang tutup, namun penjual benih ikan juga banyak yang terpaksa tidak berjualan selama Covid-19.

“Saya banyak menemukan peternak yang kolamnya kosong semua karena mereka tidak berani berspekulasi, menghindari kemungkinan kerugian yang lebih besar sehingga tidak melanjutkan usaha perikanannya,” katanya

Artikel Menarik Lainnya :  2040 Temanggung Dibanjiri Sampah

Dampak pandemi COVID-19 sangat dirasakan oleh para pelaku usaha perikanan di Kabupaten Temanggung, terlebih adanya kebijakan-kebijakan pembatasan kegiatan sosial, ekonomi, dan budaya.

“Dampaknya dirasakan oleh para pelaku usaha perikanan terkait dengan menurunnya pembelian ikan oleh masyarakat, tentunya kalau kondisi ini berkepanjangan maka akan mempengaruhi pemasukan para pelaku usaha perikanan, utamanya terkait dengan pengeluaran untuk pembelian pakan ikan. Karena pengeluaran untuk pembelian pakan ikan itu 60-70 persen dari biaya produksi sehingga kalau pemasukannya terganggu maka pengeluarannya juga akan terhambat,” katanya.

Untuk kembali menggairahkan para pelaku usaha perikanan di Kabupaten Temanggung, pemerintah melalui Dinas Perikanan dan Peternakan telah berupaya membantu para pelaku usaha dalam menghadapi masa pandemi Covid-19 ini agar tetap berproduksi dengan memberikan fasilitasi atau bantuan tersebut.

“Harapan kami bantuan ini bisa semakin meningkatkan semangat para pelaku usaha perikanan di Temanggung,” harapnya.

Sementara itu Nur Rofik salah satu penerima bantuan menuturkan, selama ini memang dirinya mengurangi produksi ikan dari peternakannya, untuk mengantisipasi kerugian yang ditimbulkan akibat Covid-19 ini.

“Masih tetap memelihara tapi jumlahnya saya kurangi sampai lebih dari 50 persen, bantuan ini cukup membantu bagi kami,” katanya. (set)