LKS Tata Boga Perhatikan Protokol Kesehatan

PANTAU. Chef Tjandra memantau proses memasak dalam LKS SMK Tata Boga di SMKN 1 Kalikajar,
PANTAU. Chef Tjandra memantau proses memasak dalam LKS SMK Tata Boga di SMKN 1 Kalikajar,

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO – Meski masih dalam momentum pandemi dan belum ada pembelajaran tatap muka di sekolah, selain sekolah yang ditunjuk untuk simulasi, Lomba Kompetensi Siswa (LKS) untuk SMK tingkat Kabupaten digelar kemarin. Salah satu bidang yang dilombakan Tata Boga di SMKN 1 Kalikajar.

Diungkapkan Kepala SMKN 1 Kalikajar, Drs Rohmat Istiyadi, agenda lomba dipersiapkan sesuai standar protokol kesehatan di masa pandemi covid-19 dan tidak disaksikan banyak siswa. Terlebih lagi peserta bidang Tata Boga berasal dari dua sekolah. Yakni, SMKN 1 Kalikajar dan SMKN 1 Wonosobo yang keduanya telah memiliki jurusan Tata Boga.

“Peserta lomba masing-masing mengenakan masker, face shield, dan sarung tangan standar protokol kesehatan dan dibantu satu siswa lainnya atau sebagai helper. Ini sebagai ajang untuk menguji kemampuan siswa selain juga untuk nantinya menghubungkan mereka ke standar dunia kerja. Dua peserta ini sebelum bersaing di level kabupaten juga telah diseleksi di level sekolah,” ungkapnya membuka acara Rabu (16/12).

Dituturkan Rohmat, dengan mengikuti LKS, siswa diuji langsung secara mental dan kompetensi. Ditunjuk sebagai juri untuk LKS Bidang Tata Boga adalah Chef Tjandratamto Rukmaka yang merupakan chef di Hotel Kresna, salah satu hotel tertua di Wonosobo sekaligus ikon bersejarah sekaligus atraksi wisata peninggalan era kolonial Belanda.

Baca Juga
Pleno Rekap Pilkada Wonosobo, Afif-Albar Unggul

Para peserta adalah siswa kelas 11 dari jurusan tata boga dan mereka diwajibkan memilih salah satu menu utama untuk sajian lengkap bertemakan Continental Dish atau makanan barat.

“Para peserta diuji dengan satu menu utama yang terbuat dari bahan dasar daging ayam dan diberi waktu total sekitar empat jam untuk menyiapkan menu pembuka, menu utama dan penutup. Dari mulai bahan dasar sampai nanti plating,” ungkap Chef Tjandra.

Artikel Menarik Lainnya :  Truk Beras Rem Blong di Kertek, 3 Orang Meninggal, 1 Luka Berat

Diungkapkan Chef Tjandra, bahwa di era saat ini adanya perkembangan teknologi informasi sangat membantu proses belajar siswa, terutama mereka yang memilih jurusan Tata Boga. Bahkan dunia kerja untuk jurusan tersebut masih sangat luas dan sangat berkembang di Wonosobo. Mengingat Wonosobo memiliki potensi wisata yang besar dengan beberapa hotel baru, restoran, hingga usaha pariwisata lainnya yang berkaitan dengan kuliner.

Selain didampingi guru pembimbing, para peserta juga mendapat visitasi dari manajemen hotel Kresna yang tiap tahunnya juga menerima siswa untuk praktik kerja industri (Prakerin). Dua peserta LKS adalah Nurul Yakin yang dibantu oleh Solikhah Ainurrohimah dan Rayhan Noval Adani yang dibantu oleh Wuri Sih Nugraheni.

Guna mencegah penyebaran virus covid-19, maka harus disiplin dalam 3M yaitu menggunakan masker, menjaga jarak aman dengan orang lain, serta rajin mencuci tangan. (win)

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun