Surat Pernyataan Orang Tua, Petakan Pelayanan Pembelajaran

SOSIALISASI. Sekolah jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Magelang laksanakan sosialisasi pembelajaran tatap muka kepada wali murid sekaligus menyerahkan surat pernyataan izin untuk dapat belajar di sekolah atau tidak.
SOSIALISASI. Sekolah jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Magelang laksanakan sosialisasi pembelajaran tatap muka kepada wali murid sekaligus menyerahkan surat pernyataan izin untuk dapat belajar di sekolah atau tidak.

MAGELANGEKSPRES.COM,MUNGKID – Surat pernyataan kepada orang tua siswa perihal mengizinkan atau tidak siswa untuk belajar tatap muka di sekolah menjadi kunci pokok. Surat tersebut untuk pemetaan pelayanan pembelajaran daring dan luring. Bagi orang tua siswa yang belum mengizinkan anaknya untuk kembali belajar di sekolah.

“Surat izin orang tua siswa bukan menjadi pertimbangan jadi atau tidaknya pembelajaran tatap muka di sekolah, namun sebagai pemetaan pelayanan pembelajaran daring dan luring. Yang memberikan izin nantinya akan dishif masuknya, sementara yang tidak memberikan izin tetap mendapatkan pelayanan pembelajaran secara daring/semi daring,” ucap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Magelang, Aziz Amin, Selasa (15/12/2020).

Kendati wacana Pemerintah akan melaksanakan pembelajaran tatap muka pada tahun 2021, namun hal tersebut belum tentu dilaksanakan pada bulan Januari atau pada awal tahun, dikarenakan harus mempertimbangkan beberapa unsur, khususnya unsur kesehatan.

“Januari bukan menjadi keharusan untuk membuka pembelajaran tatap muka. Tetap harus mempertimbangkan kesehatan dan keselamatan peserta didik. Jika unsur-unsur terkait sudah memenuhi syarat maka pembelajaran tatap muka dapat dilaksanakan. Bisa mulai Januari atau bulan-bulan selanjutnya tergantung kesiapan  unsur kesehatan,” papar Aziz.

Adapun sosialisasi yang disampaikan terkait teknis pembelajaran tatap muka di sekolah, yang mengkedepankan protokol kesehatan. Pada dua bulan pertama siswa masuk dengan sistem shift sebanyak 25% dari jumlah keseluruhan siswa, karena masih dalam masa transisi dengan jam pelajaran selama 30 menit.

Kemudian dua bulan selanjutnya siswa mulai masuk sejumlah 50% masih dalam sistem shift dan dua kemudian siswa masuk 100% karena sudah memasuki masa kebiasaan baru.

“Namun sistem tersebut juga masih di evaluasi tiap bulannya, apabila tidak ada kendala maka bisa dilanjutkan. Karena yang terpenting adalah keselamatan kesehatan siswa,” jelas Aziz.

Guna mencegah penyebaran virus covid-19, maka harus disiplin dalam 3M yaitu menggunakan masker, menjaga jarak aman dengan orang lain, serta rajin mencuci tangan. (cha)

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun