Musim Hujan, Produksi Genteng Turun 30 Persen

GENTENG. Salah satu perajin genteng di Desa Gowanu Kecamatan Kaloran sedang membuat genteng
GENTENG. Salah satu perajin genteng di Desa Gowanu Kecamatan Kaloran sedang membuat genteng

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Musim hujan menjadi kendala tersendiri bagi perajin genteng di Desa Gowanu Kecamatan Kaloran, selain produksi menurun hingga 30 persen, permintaan pun juga ikut menurun.

Suwarti (39) salah satu perajin genteng di desa setempat menuturkan, sejak memasuki musim penghujan, produksi genteng langsung turun drastis, sebab pengeringan tidak bisa dilakukan dalam waktu yang singkat.

Menurutnya, dalam kondisi normal, dalam sehari paling tidak bisa mencetak kurang lebih 200 sampai dengan 300 genteng, namun pada musim penghujan  ini produksinya menurun hingga 30 persen dari kondisi normal.

“Kalau sudah masuk musim penghujan seperti ini, paling banyak sehari bisa mencetak 140 hingga 240 genteng saja,” tuturnya.

Penurunan produksi genteng ini lantaran minimnya sinar matahari dalam setiap harinya, sehingga pengeringan genteng membutuhkan waktu yang lebih lama dari musim kemarau.

“Bisa sampai empat sampai lima hari baru kering, padahal kalau musim kemarau kadang satu haripun langsung bisa kering. Paling lama hanya dua hari saja,” jelasnya.

Baca Juga
Temanggung Peringkat ke 6 se-Jateng

Dahno (43) pengrajin lainnya juga menuturkan hal yang sama, bahkan menurutnya, musim penghujan seperti ini permintaan akan genteng juga ikut menurun. Biasanya dalam satu pekan paling tidak bisa menjual 15 ribu hingga 20 ribu genteng, namun saat ini paling banyak hanya bisa menjual 10 genteng dalam sepekan.

Menurutnya, penurunan permintaan genteng ini, lantaran pada saat musim penghujan seperti jni tidak banyak proyek pembangunan.

“Jarang sekali proyek atau masyarakat yang membangun rumah atau bangunan lainnya, jadi secara otomatis permintaan juga menurun,” katanya.

Meski produksi dan permintaan menurun, namun tidak berpengaruh pada harga jual genteng. Harga jual genteng ditentukan oleh bahan baku dan kualitas genteng yang dihasilkan.

Artikel Menarik Lainnya :  2040 Temanggung Dibanjiri Sampah

“Kalau harga masih stabil, antara Rp1.000 hingga Rp2.000 per genteng, harga itu belum termasuk ongkos kirim ke lokasi,” tuturnya.

Kendati musim hujan namun produksi genteng tidak pernah berhenti, hasil produksi genteng pada musim penghujan seperti ini kualitasnya juga sangat bagus.

“Meskipun sedikit tetap produksi, alhamdulillah juga tetap laku terjual. Kalau sama sekali tidak produksi dapur kami tidak mengebul,” tuturnya. (set)