Latih Ibu-ibu PKK Sulap Limbah Cair Tahu Jadi Nata De Soya

Latih Ibu-ibu PKK Sulap Limbah Cair Tahu Jadi Nata De Soya
Latih Ibu-ibu PKK Sulap Limbah Cair Tahu Jadi Nata De Soya

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Mahasiswa Fikes Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) memberikan pelatihan pemberdayaan home industri utami dalam pemanfaatan limbah cair tahu menjadi produk nata de soya. Sasarannya ibu-ibu PKK Mawar di Dusun Jligudan, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur. Pemberdayaan tersebut masuk program Pengabdian pada Masyarakat Terpadu (PPMT).

Kelompok ini mengambil tema Pemberdayaan Home Industri Utami Bersama PKK Mawar dalam Pemanfaatan Limbah Cair Tahu Menjadi Produk Nata De Soya sebagai Usaha Konservasi. Kelompok tersebut beranggotkan lima orang yang diketuai Ns. Kartika Wijayanti, M.Kep. Empat anggotanya dengan dua program studi yang berbeda. Yaitu, Desan Inti Inka Sevira (S1 Ilmu Keperawatan), Nanda Wulandari ( S1 Ilmu Keperawatan), Agung Fridiansyah (S1 Ilmu Keperawatan) serta Yenny Mariyati (S1 Farmasi).

“Kegiatan ini berjalan dengan mematuhi protokol kesehatan guna mengurangi penyebaran covid-19 dengan selalu menggunakan masker dan menjaga jarak saat melaksanakan kegiatan,” kata Ns. Kartika Wijayanti, M.Kep.

Pelatihan tersebut untuk mengurangi dampak negatif dari limbah pabrik tahu dengan mengolahnya menjadi sebuah produk yang sehat dan memiliki manfaat bagi tubuh.  Kegiatannya dilaksanakan di rumah Jono selaku Ketua RW Dusun Jligudan, belakangan ini.

“Dengan pendampingan dari mahasiswa Unimma, mahasiswa memberikan sosialisasi, pelatihan, evaluasi dan pemasaran produk,” jelasnya.

Baca Juga
Cegah Kerumunan Masyarakat, Polres Magelang Gelar Operasi Yustisi secara Terpadu

Mahasiswa mendampingi setiap kegiatan yang dilaksanakan. Ibu-ibu PKK Mawar sangat tertarik. Mereka sangat senang dan merasa mendapat ilmu sehingga mampu mengolah limbah yang biasanya hanya dibuang, menjadi makanan sehat dan bermanfaat.

Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa memaparkan tentang materi-materi terkait dengan limbah dan pemanfaatannya.

“Kemudian pada pertemuan berikutnya dilaksanakan kegiatan pelatihan mengenai pembuatan nata de soya,” jelasnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Magelang Melonjak Tajam

Kesempatan itu, ibu-ibu PKK diberikan demonstrasi mengenai cara pembuatan, pengenalan alat dan bahan dan cara-cara pensterilan alat. Kemudian ibu-ibu diminta untuk melakukan praktik langsung pembuatan nata de soya dengan pendampingan dari mahasiswa langsung.

“Mahasiswa ini bertugas dalam mengarahkan mengenai proses-proses pembuatan hingga ke tahap penambahan bacteri nata dan penyimpanan hasil setengah jadi,” jelasnya.

Pada pertemuan berikutnya, ibu-ibu diajarkan mengenai penyiapan produk jadi, dari rebusan yang telah disimpan dan membentuk lapisan nata yang menebal. Nata yang telah jadi dan menebal kemudian dicuci dengan air mengalir, dipotong-potong dadu. Lalu direbus dengan air gula dan perisa makanan.

“Perebusan ini dilakukan untuk menghilangkan sisa air rebusan limbah cair tahu yang tidak menjadi nata. Sedangkan penambahan gula dan perisa makanan agar nata de soya tidak berasa hambar dan menambah aroma,” tambah Desan Inti Inka Sevira.

Ibu-ibu PKK Mawar juga diberikan pelatihan bagaimana mengemas nata de soya agar lebih menarik ketika dijual. Tak hanya itu, mahasiswa juga memberika evaluasi kepada ibu-ibu PKK Mawar mengenai apa saja yang dapat menyebabkan kegagalan pada saat pembuatan nata de soya. Terutama, penyebab nata de soya tidak menebal dan ditumbuhi jamur.

Baca Juga
Malam Pergantian Tahun 2021 Kota Magelang Tanpa Kembang Api

“Pemberian evaluasi ini agar nantinya ibu-ibu lebih memahami dan memperhatikan hal-hal yang dapat menyebabkan kerugian dalam pembuatan nata de soya. Untuk pemasaran produk nata de soya ini dipasarkan di dusun-dusun sebelah dan ditawarkan di sekitar pasar di Borobudur,” jelasnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat terus dilakukan agar dapat meminimalisir limbah cair tahu yang dibuang dan dapat dimanfaatkan menjadi makanan dan menambah kas dari ibu-ibu PKK Mawar. Mahasiswa juga berharap keterlibatan dari Karang Taruna di dusun setempat agar lebih mempermudah ibu-ibu PKK Mawar dalam proses pembuatan maupun dalam pemasaran produk nata de soya ini sehingga dapat lebih dikenal secara luas. (rls/adv)

Artikel Menarik Lainnya :  227 Taruna tingkat IV Dikenalkan Materi Operasi Militer Perang