Jasad Bayi Dikubur di Kandang Kambing

TKP. Petugas Polres Temanggung sedang memeriksa lokasi penguburan bayi di Dusun Sanggrahan,
TKP. Petugas Polres Temanggung sedang memeriksa lokasi penguburan bayi di Dusun Sanggrahan,

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Kepolisian Resor (Polres) Temanggung terus mendalami kasus pembunuhan bayi di Dusun Sanggrahan, Desa Mojotengah Kecamatan Kedu, kasus ini diduga kuat melibatkan kedua orang tua dari bayi yang dikubur di kandang kambing rumah tersangka.

Dalam kasus ini, Kapolsek Kedu Iptu Sigit Dwi Setiawan mengatakan, telah memeriksa empat saksi. Empat saksi itu yakni suami tersangka dan tetangganya.

“Pemeriksaan sudah kami lakukan, suami tersangka juga kami periksa secara intinsif dalam kasus ini,” katanya.

Menurutnya, tersangka P (42) saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit, karena usai melahirkan tersangka ini mengalami pendaharan hebat.

“Tersangka P saat ini masih belum bisa dilakukan penyidikan. Pasalnya tersangka masih menjalani perawatan di RSUD karena mengalami pendarahan hebat usai melahirkan. Saat ini kesehatan tersangka memang sudah mulai membaik. Masih menunggu izin dokter rumah sakit,” terangnya.

Terkait kemungkinan adanya dugaan keterlibatan suami tersangka, pihaknya mengaku masih terus melakukan pendalaman kasus melalui saksi-saksi untuk mengungkap siapa saja yang dimungkinkan terlibat atas pembunuhan bayi tersebut.

“Keterlibatan suami belum ditemukan. Masih kami lakukan pendalaman lagi melalui saksi-saksi,” tuturnya.

Atas kejadian tersebut, tersangka dijerat Pasal premier Pasal 80 ayat 3 dan 4 juncto Pasal 76c Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak subsidar pasal 341 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun.

“Namun karena ini dilakukan dengan tersangka ibu kandung, ancaman ditambah sepertiga dari ancaman hukuman pokok,” tegasnya.

Sementara TH (45) suami P mengaku selama ini tidak mengetahui jika istrinya tengah hamil. Bahkan dirinya sendiri juga tidak mengetahui jika bangkai yang dikuburkan, Jum’at (11/12) itu adalah anaknya.

Baca juga
Musim Hujan, Produksi Genteng Turun 30 Persen

“Saya tidak tahu sama sekali. Saya pikir memang bangkai kambing karena baunya busuk di depan pintu kandang kambing,” ucapnya, Selasa (15/12).

Ia mengaku menguburkan bangkai itu sepulang dari ladang sekitar pukul 17.00 wib. Saat itu ia mengaku mencium bau yang tidak sedap dalam bungkusan kain yang ia pikir adalah anak kambing.

“Kemudian saya kubur di belakang rumah,” bebernya.

Keesokan harinya ia mempertanyakan kepada para tetangganya, siapa yang membuang anak kambing di belakang rumahnya. Hal itupun sampai ke telinga pak RT setempat. Sehingga pak RT berinisiatif mengajak para saksi untuk membongkar makam anak kambing itu.

“Setelah beberapakali digali kembali tiba-tiba kelihatan kepala bayi. Saya sendiri kaget memang,” akunya.

TH juga mengaku tidak mengetahui jika istrinya selama ini tengah hamil. Bahkan tanda-tanda kehamilan juga tidak diketahui olehnya. “Saya tidak tahu,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Hariyono, salah satu tetangga tersangka. “Sama sekali tidak ada tanda-tanda. Kalau hamil biasanya kan perutnya buncit, itu sama sekali tidak kelihatan,” ujarnya. (set)