Angka Kematian Covid-19 Tinggi

Dr Tetty Kurniawati
Dr Tetty Kurniawati

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Menjelang tutup tahun 2020 angka kematian akibat virus corona di Temanggung cukup tinggi. Berdasarkan data infografis yang dikeluarkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Temanggung angka kematian akibat Covid-19 mencapai 95 orang.

Selain angka kematian tersebut jumlah total kasus Covid-19 juga terus meningkat, tercatat hingga Senin (13/12) ada 2.216 kasus, sembuh sebanyak 1.927 kasus, dan yang masih dalam perawatan di rumah sakit 42 kasus sedangkan yang menjalani isolasi mandiri sebanyak 152 kasus.

“Rata-rata pasien Covid-19 meninggal di atas usia 50 tahun,” kata Direktur RSUD Djojonegoro Dr Tetty Kurniawan, kemarin.

Ia mengatakan, selain faktor umur tersebut, faktor kematiannya tidak disebabkan karena Covid-19 murni, melainkan memiliki riwayat penyakit kronis, seperti, hipertensi, jantung, paru-paru, hingga diabetes.

“Yang murni karena Covid-19 memang belum ada, penyakit bawaan dari pasien yang semakin memperburuk dan meningkat kan resiko kematian,” terangnya.

Tidak hanya itu, sebagian besar pasien yang meninggal juga karena datang ke rumah sakit sudah terlambat, artinya gejalanya sudah parah.

Baca Juga
Malam Pergantian Tahun 2021 Kota Magelang Tanpa Kembang Api

“Datang sudah dalam kondisi parah, masyarakat juga belum begitu peduli sehingga untuk berobat masih terlambat,” ujarnya.

Oleh karena itu ia berpesan, masyarakat secara teratur memeriksakan kesehatannya, apalagi bagi yang memiliki riwatat penyakit kronis. Masyarakat juga diminta agar melakukan tindakan sigap dan tanggap terhadap keluarga dan tetangga yang memiliki gejala sesak nafas.

Kasus kematian Covid-19 di Temanggung juga menyasar usia produktif antara 30-40 tahun. Pada kasus ini, sebagian kecil kematian murni dikarenakan Covid-19 tanpa ada gejala penyakit penyerta.

Covid-19 yang menyerang tubuh manusia dapat menyebabkan kematian dalam beberapa kategori. Pertama, daya tahan tubuh lemah diserang oleh virus Covid-19 yang mengakibatkan sesak nafas oada rongga dada dan tenggorokan.

Artikel Menarik Lainnya :  Imbas 10 Mahasiswa Untidar Positif Covid-19, Kampung RT 10 RW V Potrobangsan, Magelang Utara Di-Lock Down

Lemahnya anti bodi dalam tubuh juga memperburuk kesehatan seseorang karena virus dapat merusak organ-organ tubuh lainnya hingga mengakibatkan kematian. Dr Tetty berharap, masyarakat Temanggung sadar betul pentingnya menjaga kesehatan masing-masing, serta melakukan pencegahan terhadap paparan Covid-19.

“Memang kebanyakan usia 30-40 tahun yang meninggal karena murni Covid-19. Hanya saja, bisa jadi daya tahan tubuh mereka kurang baik dan bisa memperburuk kondisinya hingga mengalami kematian. Seperti sesak nafas dan lainnya,” katanya.

Kata dr Tetty, masyarakat perlu menjaga dan melaksanakan 3M secara tertib. Meliputi wajib memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak atau menghindari kerumunan di manapun berada.

“Intinya jangan takut periksakan diri ke rumah sakit agar bisa dicek kondisi tubuhnya,” ujarnya. (set)

#satgascovid19 #ingatpesanibu#pakaimasker #jagajarak#jagajarakhindarikerumunan#cucitangan#cucitanganpakaisabun