Pasar Ting Dipersiapkan Sesuai Aturan Prokes, Tata Letak Didesain Ulang

WAYANG. Sekdes tatag menghibur anak-anak dengan lakon Wisanggeni ketika mendampingi renovasi pasar Ting Njanti
WAYANG. Sekdes tatag menghibur anak-anak dengan lakon Wisanggeni ketika mendampingi renovasi pasar Ting Njanti

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO – Dengan masih cukup tingginya penambahan angka pasien terkonfirmasi positif covid-19 di Wonosobo, beberapa destinasi wisata masih belum dibuka. Termasuk, Pasar Ting Njanti di Dusun Giyanti Desa Kadipaten Kecamatan Selomerto yang menunda pembukaan.

Pengurus sekaligus sekretaris desa setempat, Tatag Taufani Anwar mengatakan, belum dibukanya Pasar Ting selain karena menghormati imbauan dari satuan tugas covid kabupaten juga karena sarana dan prasarana memang masih dipersiapkan.

“Untuk tempat dirombak total, selain karena memang banyak yang sudah harus diganti karena lapuk, juga karena untuk memenuhi standar protokol kesehatan seperti jaga jarak, akses keluar masuk, hingga area parkir yang nyaman. Harapan kami, meskipun tidak dibuka secara tatap muka. Kedepannya Pasar Ting bisa melayani pembeli secara online juga. Karena banyak pedagang utamanya kuliner yang sangat terimbas selama pandemic ini,” ungkap Tatag ditemui kemarin di lokasi Pasar Ting (14/12).

Untuk penataan pasar kedepannya, diungkapkan koordinator harian pasar, Ahnaf Kustanto, akan ada 23 pedagang yang berjualan dengan aturan kuota pengunjung sekali masuk dibatasi 30 orang. Selama sebelum pandemic tahun lalu, volume pengunjung pasar Ting didominasi rombongan keluarga dan juga pengunjung dari beberapa daerah lain. Selain itu, dengan adanya renovasi dan penyegaran tata letak, disebut Tanto, penerapan prokes akan lebih baik.

“Semua pedagang nantinya sudah disiapkan dengan faceshield, masker, hingga kaos tangan pelindung untuk upaya pencegahan. Begitu pula untuk pengunjung yang masuk juga dibatasi dengan kuota. Pada intinya layout baru ini untuk upaya penerapan prokes dan bagaimana agar ekonomi masyarakat utamanya pedagang pasar Ting tetap bisa berjalan,” ungkap Tanto.

Baca Juga
Sampah Setinggi 40 Meter Longsor, TPA Alami Kerugian Rp1,5 Miliar

Artikel Menarik Lainnya :  Stop Dispensasi Nikah di bawah Umur

Terkait dua pasar lainnya, yaitu pasar Kumandang di Bojasari Kertek dan Projoburitan di Mudal Mojotengah, Tanto menyebut ada koordinasi yang baik untuk penerapan protokol. Bahkan komunikasi antar pengurus di tiga pasar juga cukup intens.

“Kami di Pasar Ting dengan Pasar Kumandang dan Projoburitan, bahkan telah berkoordinasi dengan baik untuk masa new normal mendatang. Selain adanya paket wisata di tiga pasar, juga kami selalu berkomunikasi tentang kondisi terkini,” pungkasnya.

Guna mencegah penyebaran virus covid-19, maka harus disiplin dalam 3M yaitu menggunakan masker, menjaga jarak aman dengan orang lain, serta rajin mencuci tangan. (win)

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun