KPU dan Bawaslu Wonosobo Sepakat Pilkada Sesuai Prokes

ASMA. Ketua KPU Wonosobo Asma Khozin ketika ditemui di kantornya.
ASMA. Ketua KPU Wonosobo Asma Khozin ketika ditemui di kantornya.

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO – Dalam pelaksanaan Pilkada Wonosobo pekan lalu, Rabu (9/12/2020), di lapangan berjalan aman dan lancar. Dalam implementasinya diklaim sudah sesuai protokol kesehatan (prokes) dan standar keamanan bagi masyarakat.

“Kami menilai secara umum pelaksanaan Pilkada Wonosobo berjalan aman dan lancar. Kepatuhan masyarakat akan protokol kesehatan juga tinggi,” kata kata Ketua KPU Wonosobo, Asma Khozin saat ditemui di kantornya kemarin (14/12/2020).

Selain pelaksanaan yang berjalan sesuai prokes, antusiasme masyarakat dalam menyalurkan hak pilih tahun ini dinilai cukup tinggi. Meskipun pihak KPU belum melaksanakan pleno di tingkat kabupaten. Berdasarkan hitung cepat, partisipasi masyarakat di Wonosobo lebih tinggi daripada pilkada di kabupaten lain meskipun jika dibandingkan pemilu sebelumnya terpaut cukup jauh.

Sedangkan untuk penerapan protokol kesehatan menurutnya penting dilakukan di semua tahapan, bukan pada saat pemungutan suara saja.

“Dari data hitung cepat, partisipasi pemilih di Wonosobo sekitar 65 persen lebih dan ini lebih tinggi dari pada Purworejo dengan tiga calon. Padahal (di Wonosobo) hanya satu paslon. Semua tahapan sudah kami susun sedemikian rupa, secara detail dan rinci. Kami juga tidak hanya membuat regulasi, tapi juga cara implementasinya, sebelum dan sesudah pemilu juga prokes tetap diberlakukan,” katanya.

Dilakukannya penerapan prokes secara ketat disebut Asma, KPU berharap tidak terjadi klaster baru penularan virus corona selepas pelaksanaan Pilkada dan diharapkan bisa menjadi contoh yang baik bagi masyarakat.

Sementara itu menurut Ketua Bawaslu Wonosobo, Sumali Ibnu Chamid, beberapa poin penting sudah dipenuhi. Terutama, pada pelayanan untuk pemilih di tempat khusus seperti rumah sakit dan balai karantina.

“Kami melihat pelayanan sudah terpenuhi dengan tetap menjaga prokes. Poin pentingnya, tidak boleh bersentuhan dengan pasien covid dan jangan sampai surat suara tersentuh. Bagaimana mereka bisa memilih tapi tetap aman sebagai prioritasnya. Selain itu, dengan dibantu memilih bagi pasien karantina, prinsipnya penyelenggara pemilu harus jaga kerahasiaan. Selain pasien covid juga ada pasien disabilitas yang tuna netra daksa. Mekanisme ini termasuk baru, maka butuh evaluasi dan masukan,” pungkas Sumali.

Artikel Menarik Lainnya :  Wonosobo Smart City : Program Smart Environment di Kalimendong, Tak Ada Sampah Terbuang Sia-sia

Guna mencegah penyebaran virus covid-19, maka harus disiplin dalam 3M yaitu menggunakan masker, menjaga jarak aman dengan orang lain, serta rajin mencuci tangan. (win)

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun