Cegah Antrean Lama di Laboratorium, Satgas Covid-19 tak akan Tambah Jumlah Tes Swab

DISINFEKTAN. Sejumlah ruangan di Setda Kota Magelang disemprot menggunakan cairan disinfektan secara rutin.
DISINFEKTAN. Sejumlah ruangan di Setda Kota Magelang disemprot menggunakan cairan disinfektan secara rutin.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Satgas Penanganan Covid-19 Kota Magelang tak akan menambah jumlah tes swab. Pengiriman dibatasi hanya 17 spesimen setiap harinya. Sebab jika spesimen semakin banyak, akan memengaruhi lamanya waktu mendapatkan hasil dari spesimen tersebut.

“Kita swab sesuai kuota saja 17 orang per hari. Karena kalau kebanyakan seperti dulu, laboratorium rujukan kewalahan sehingga hasilnya sangat lama tidak keluar-keluar,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang, dr Majid Rohmawanto, Senin (14/12).

Ia mencontohkan, akibat lamanya antrean spesimen yang dikirim baru bisa diketahui 14 hari setelahnya. Padahal, masa waktu isolasi mandiri bagi orang tak bergejala adalah 11 hari setelah tes usap dikirimkan.

“Terkadang menunggu hasil tes swab ini membutuhkan waktu sampai 14 hari. Padahal, kalaupun positif dia hanya isolasi mandiri selama 11 hari. Ini yang membuat kurang efektif bila kita memaksakan penambahan jumlah pengiriman spesimen,” jelasnya.

Ia menambahkan, ada seleksi khusus bagi kontak erat untuk menjalani tes swab. Satgas Covid-19 memprioritaskan pengetesan kepada pasien yang bergejala dan kontak yang paling erat.

“Baru nanti diikuti dengan kontak erat hasil tracing dan tracking yang tidak bergejala ini secara bergantian dan terjadwal di tes swab,” ucapnya.

Sebelumnya, Asisten 1 Setda Kota Magelang, Muji Rochman meninggal dunia karena positif Covid-19. Terkait hal tersebut, pihaknya langsung melakukan tracing dan tracking terhadap keluarga almarhum dan juga aparatur sipil negara (ASN) yang terlibat kontak.

“Diawali dari yang terdekat, yaitu keluarga yang bersangkutan. Kemudian dari ASN yang kontak erat dan tracking dari Puskesmas. Yang tidak benar-benar kontak erat, sepanjang tidak bergejala tidak dites. Sehari kita maksimalkan kuota hanya 17 spesimen yang dikirim,” tandasnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Pembangunan Zona Integritas Menghasilkan Pelayanan yang Berkualitas

Baca Juga
Mabes Laporkan Dugaan Politik Uang Pilkada Kota Magelang pada Bawaslu

Di sisi lain, Satgas Covid-19 Kota Magelang pun rutin menyemprotkan disinfektan di sejumlah ruangan di Kantor Setda kompleks Kantor Walikota Magelang. ASN diwajibkan menjaga protokol kesehatan dengan ketat.

“Meski demikian, layanan pemerintah untuk masyarakat tidak terkurangi. Kita tetap berjalan seperti biasa,” imbuh Sekretaris Daerah Kota Magelang, Joko Budiyono.

Joko membenarkan, almarhum Muji Rochman meninggal karena terpapar Covid-19. Selama dua hari sebelum dilarikan ke rumah sakit, almarhum sempat merasakan gejala batuk dan demam. Saat itu, kondisinya sudah sangat lemah.

“Hari ini (kemarin) kita lakukan tracing kepada keluarga almarhum juga ASN di jajaran Pemkot Magelang. Prioritas pertama adalah kontak erat satu ruangan, sebelah-sebelah. Apabila bergejala, akan kita periksa,” imbuhnya.

Berdasarkan laman covid19.magelangkota.go.id, per 13 Desember pukul 18.00 WIB, kasus Covid-19 bertambah 24 kasus baru. Totalnya 892 terkonfirmasi positif, terdiri dari 726 pasien sembuh, dirawat 31 orang, 88 isolasi, 82 isolasi di rumah, 6 orang isolasi di hotel, dan meninggal dunia sebanyak 47 kasus. Angka kematian total terindikasi Covid-19 tercatat 91 kasus, terdiri dari konfirmasi positif 47, probable 22 kasus, dan suspek 22 kasus.

Guna mencegah penyebaran virus covid-19, maka harus disiplin dalam 3M yaitu menggunakan masker, menjaga jarak aman dengan orang lain, serta rajin mencuci tangan. (wid)

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun