Banyak Warga Terdampak Banjir di Purworejo Keluhkan Penyakit Kulit

AKSES LAYANAN. Sejumlah warga terdampak banjir mendatangi Posko untuk mengakses layanan kesehatan dari Petugas gabungan Dinkes, PMI dan BPBD Purworejo,
AKSES LAYANAN. Sejumlah warga terdampak banjir mendatangi Posko untuk mengakses layanan kesehatan dari Petugas gabungan Dinkes, PMI dan BPBD Purworejo,

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO- Berbagai penyakit mengancam warga yang terdampak banjir selama dua hari ini di wilayah RW 1 Desa Wironatan Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo. Salah satu penyakit yang mulai banyak dikeluhkan masyarakat yakni ganguan kulit berupa gatal-gatal.

Kondisi itu cukup beralasan mengingat setiap saat mereka harus berendam dalam air sebatas kaki.

“Munculnya keluhan rasa gatal-gatal itu sejak kemarin (Minggu,red), banyak warga yang datang ke posko banjir ini untuk meminta obat,” kata petugas kesehatan dari UPT Puskemas Butuh, Senin (14/12).

Menurut Sukarti, pemicu rasa gatal itu adalah tercampurnya air dengan aneka kotoran hewani dan limbah. Terlebih, genangan air tidak hanya berasal dari Wironatan, melainkan juga beberapa desa lain yang alirannya ke Wironatan.

“Di permukiman itu kan banyak hewan yang dipelihara, otomatis saat muncul air, kotoran itu terbawa,” sebutnya.

Selain keluhan gatal-gatal, pihaknya juga mewaspadai adanya ancaman diare. Tempat yang basah dalam jangka waktu cukup lama menjadikan daya tahan masyarakat menurun.

“Makanya kami di sini lebih banyak menyiapkan obat untuk penanganan gatal dan diare,” jelasnya.

Diungkapkan, selain ada petugas yang siaga di posko, mereka juga berkeliling ke permukiman warga untuk melakukan pengecekan kesehatan.

“Di lapangan kami bersama dengan PMI Purworejo dan BPBD,” imbuh Sukarti.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Markas PMI Purworejo, Indriati Agung Rahayu, menambahkan bahwa di lapangan PMI stand by bersama jajaran Dinas Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Namun peralatan utama memang dari BPBD dan Dinas Kesehatan. Perahu dari BPBD yang disiagakan di lapangan,” kata Indriati. (top)