Siaga, Banjir dan Longsor Mulai Melanda Purworejo

EVAKUASI. Petugas gabungan membantu warga mengevakuasi perabotan rumah yang terdampak banjir di Desa Wironatan Kecamatan Butuh, 
EVAKUASI. Petugas gabungan membantu warga mengevakuasi perabotan rumah yang terdampak banjir di Desa Wironatan Kecamatan Butuh, 

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO- Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak Jumat (11/12) sore mengakibatkan bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Purworejo. Genangan air setinggi 80 cm  hingga 1 meter terjadi di wilayah langganan banjir, yakni Desa Wironatan Kecamatan Butuh.

Informasi yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo menyebutkan, ada sekitar 250 kepala keluarga (KK) yang rumahnya terendam banjir. RW 1, khususnya Dusun Gebangrejo menjadi wilayah yang paling parah terdampak. Selain rumah warga dan fasilitas umum, areal persawahan juga tergenang akibat meluapnya Sungai Gebang Besar dan Kecil.

“Masyarakat sementara masih belum mau dievakuasi. Hanya ada 2 KK yang rumahnya berada di cekungan cukup dalam yang terpaksa harus mengungsi, tapi itu pun di tempat saudaranya,” kata Kepala Pelaksana BPBD Purworejo, Sutrisno MSi.

Menurutnya, penanganan terhadap dampak banjir telah dilakukan secara sinergi oleh BPBD bersama OPD dan lembaga terkait, seperti PMI, Dinkes, Dinsos, Baznas, dan Puskesmas setempat. Wakil Bupati bersama Sekda, unsur Forkopimda dan Forkopimcam, TNI, dan Polri, juga sudah mendatangi lokasi.

Berbagai bantuan telah didistribusikan. Posko dan dapur umum sudah didirikan. Tim kesehatan bersama BPBD juga sudah berkeliling dari rumah ke rumah menggunakan perahu karet.

Baca Juga
Hajatan di Mana-mana, Kasus Covid-19 Meningkat

Dalam kesempatan itu, Wabup Yuli Hastuti juga mengintruksikan kepada instansi terkait untuk selalu siaga.

“Masih dilanjut besok untuk pemeriksaan kesehatan bagi warga yang tergenang,” terangnya.

Diungkapkan Antisipasi banjir sebenarnya sudah dilakukan dengan berbagai upaya, anatara lain bekerja sama dengan SMKN 4 Purworejo terkait pengadaan perahu berbahan tong bekas. Namun, karena belum terbiasa, banyak warga yang belum dapat mengoperasionalkan.

“Karena itu BPBD tetap mengirimkan 2 perahu ke lokasi untuk evakuasi. Mudah-mudahan air segera surut,” ungkapnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Ribuan Anak Purworejo Terkena Stunting

Kasi Kedaruratan BPBD Purworejo, R Iman Ciptadi, menambahkan bahwa selain banjir di Wironatan, hujan deras juga mengakibatkan tanah longsor di Desa Gumawangrejo Kecamatan Pituruh. Tercatat 2 bangunan kamar ambruk. Selain itu, tanah longsor di Desa Cepedak Kecamatan Bruno mengakibatkan talud sebuah bengkel motor ambrol.

“Kalau yang di Pituruh dihuni lansia 2 bangunan kamar ambruk akibat angin dan hujan deras. Di Bruno, talud bengkel motor ambrol mengakibatkan kerusakan pada dapur rumah di bawahnya dan 2 unit motor serta kompresor ikut terseret. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,” jelasnya. (top)