Dahkwah Jangan Dimaknai Sekadar Ceramah

EDUKASI. Ormas-ormas Islam perlu menggelar secara khusus edukasi dakwah transformatif agar model dan cara berdakwah lebih mencerahkan
EDUKASI. Ormas-ormas Islam perlu menggelar secara khusus edukasi dakwah transformatif agar model dan cara berdakwah lebih mencerahkan

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO- Ormas-ormas Islam perlu menggelar secara khusus edukasi dakwah transformatif agar model dan cara berdakwah lebih mencerahkan. Pasalnya, saat ini dakwah sudah dimaknai sangat sempit hanya sekadar ceramah. Lebih para lagi, kalau ceramahnya tidak keras, tidak mencaci maki, tidak dianggap berdakwah

“Terus terang, saat ini dakwah sudah dimaknai sangat sempit hanya sekadar ceramah. Lebih para lagi, kalau ceramahnya gak keras, gak mencaci maki, tidak dianggap berdakwah,” ungkap  Ketua Umum Jayanusa Idham Chollied yang hadir pada pengajian haul alm KH Zainuddin Bambusari Sapuran, Sabtu (12/12)

Menurutnya, pemahaman seperti itu perlu terus ditanamkan. Bahkan Idham yang juga Ketua GMPK Wonosobo ini mengusulkan perlunya ormas-ormas Islam khususnya menggelar secara khusus edukasi dakwah transformatif agar model dan cara berdakwah lebih mencerahkan.

“Dakwah transformatif menjadi sangat urgens saat ini di tengah arus dakwah yang hanya bikin resah. Dakwah kita harus merubah, memberikan kesadaran baru masyarakat. Bukan provokasi sesat,” tegasnya.

Sementara itu, KH Thoyfur Mawardi, pengasuh Pesantren Daruttauhid Purworejo menjelaskan tentang pentingnya meneladani para ulama dan auliya terutama dalam berdakwah. Menurutnya, para wali terdahulu dalam berdakwah selalu mengedepankan hikmah dan tidak sekadar ceramah.

“Para wali songo dulu lebih mengutamakan hikmah daripada ceramah. Sebab  hikmah itu bisa diartikan dengan ilmu dan juga perilaku atau keteladanan,” katanya

Menurutnya, kalau dibaca perintahnya sangat jelas, Alquran menegaskan dakwah yang artinya mengajak itu pertama-tama dengan hikmah. Artinya, dengan ilmu, dengan pemahaman yang dalam. Hikmah juga berarti dengan perilaku, dengan keteladanan.

“Jadi dakwah itu tidak hanya ceramah,” imbuhnya.

Kiai Thoyfur juga mencontohkan bagaimana model dakwah wali songo misalnya yang harus sampai beradu kesaktian. Bahkan, menurutnya, Nabi Muhammad Saw dulu juga begitu.

Artikel Menarik Lainnya :  Masuk Zona Merah, Satu Sekolah di Wonosobo Gagal Gelar PTM

“Nabi Muhammad SAW bahkan sampai dikatakan sebagai tukang sihir oleh orang-orang kafir saat itu ketika beliau membuktikan kesaktian bisa membelah rembulan,” pungkasnya. (gus)