Asisten 1 Sekda Kota Magelang Meninggal Dunia karena Covid-19

SALAT GAIB. Jajaran ASN dan warga Magelang menggelar salat gaib di Masjid Baitur Mamur, kompleks Kantor Walikota Magelang untuk mendoakan almarhum Muji Rochman.
SALAT GAIB. Jajaran ASN dan warga Magelang menggelar salat gaib di Masjid Baitur Mamur, kompleks Kantor Walikota Magelang untuk mendoakan almarhum Muji Rochman.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Asisten 1 Sekretariat Daerah (Setda) Kota Magelang Muji Rochman meninggal dunia, Jumat (11/12) malam lalu karena Covid-19. Sebelumnya, Muji Rochman yang juga menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) Setda Kota Magelang itu sempat menjalani perawatan di RSUD Tidar Kota Magelang pada Senin (7/12).

Sebagian pejabat dan ASN Pemkot Magelang pun melakukan salat gaib bersama di Masjid Baitul Mamur kompleks Kantor Walikota Magelang, Sabtu (12/12). Sementara, jenazah dimakamkan pada hari yang sama dengan protokol Covid-19.

“Salat gaib kali ini dalam rangka mendoakan, dan memberikan penghormatan. Sekaligus mendoakan kepada rekan kita tercinta, Bapak H Muji Rohman SH MM,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang, Joko Budiyono seusai mengikuti salat gaib.

Kegiatan salat ini sebagai upaya untuk mendoakan almarhum. Terlebih selama hidup, almarhum dikenal sebagai sosok yang murah senyum namun tekun dalam bekerja.

“Kami semua mendoakan melalui salat gaib. Semoga dipanggil Yang Maha Kuasa dengan husnul khatimah,” jelasnya.

Joko membenarkan, almarhum Muji Rochman meninggal karena terpapar Covid-19. Almarhum memiliki riwayat penyakit jantung.

“Sakitnya kena Covid-19 dengan komorbid jantung. Mengikuti tes swab pada tanggal 7 Desember positif, dan saat itu juga dirawat,” katanya.

Joko menjelaskan, selama dua hari sebelum dilarikan ke rumah sakit, almarhum sempat merasakan gejala batuk dan demam. Saat itu, kondisinya sudah sangat lemah.

“Sampai di rumah sakit pernapasannya tidak baik, dibantu menggunakan ventilator. Hasil tes swab baru keluar positif saat beliau meninggal,” paparnya.

Baca Juga
Hujan Deras, Longsor Terjadi di Windusari dan Kajoran

Joko menjelaskan, pihaknya langsung melakukan tracing kepada keluarga almarhum juga ASN di jajaran Pemkot Magelang. Pihaknya juga memastikan akan melacak kontak terakhir.

Artikel Menarik Lainnya :  Panglima TNI dan Kapolri Ingatkan Forkompimda Blora Waspadai Lonjakan Kasus Covid-19

“Tracking dan tracing mulai dari keluarga terdekat dan kontak erat. Lingkungan ASN besok Senin. Kita lacak kontak erat siapa, kan tidak semua kontak erat. Prioritas pertama adalah kontak erat satu ruangan, sebelah-sebelah. Apabila bergejala, akan kita periksa,” imbuhnya.

Joko mengaku bahwa Pemkot Magelang merasa kehilangan sosok Asisten I Setda Kota Magelang itu. Terlebih almarhum, kata Joko, sudah cukup lama mengabdi di Pemkot Magelang

“Merasa kehilangan. Beliau sudah mengabdi, kurang lebih 32 tahun, hampir sama dengan saya. Saya masuk sekitar 1985, Pak Muji kalau tidak salah 1987,” tuturnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang dr Majid Rohmawanto membenarkan bahwa yang bersangkutan meninggal karena terpapar Covid-19. Ia memastikan, Satgas Covid-19 sudah melakukan tracing dan tracking kepada kontak erat.

“Kontak erat sudah didata semua. Jika bergejala kita rekomendasikan untuk dirawat di rumah sakit. Namun bagi yang tidak bergejala, tidak usah panik, yang terpenting tetap patuhi protokol kesehatan,” katanya.

Menurut dia, pengiriman spesimen yang begitu banyak, membuat laboratorium pun kewalahan. Tak sedikit yang sudah melakukan tes swab, hasilnya baru keluar setelah yang bersangkutan selesai melakukan isolasi mandiri.

“Entah itu hasilnya positif atau negatif, tapi kalau sudah karantina 10 hari dan tidak ada gejala, kan artinya sudah selesai masa karantina sehingga puskesmas akan mengeluarkan surat sembuh. Kalau yang negatif tidak perlu ada surat itu,” imbuhnya.

Hingga 12 Desember 2020, kasus Covid-19 di Kota Magelang kian melonjak. Satgas Covid-19 setempat mencatat total konfirmasi sejak kasus pertama ditemukan pada Maret 2020 mencapai 868 orang. Dari jumlah itu, 47 di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

Guna mencegah penyebaran virus covid-19, maka harus disiplin dalam 3M yaitu menggunakan masker, menjaga jarak aman dengan orang lain, serta rajin mencuci tangan. (wid)

Artikel Menarik Lainnya :  Bupati Temanggung: Semua Komponen Masyarakat Harus Terlibat Pecegahan Covid-19

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun