Pasien Covid di Eks Dispertan Tinggal Seperempat, Aktivitas Terpantau 24 Jam

SAMPAH. Truk sampah medis dan non medis diangkut keluar dari balai untuk disterilisasi secara khusus dari eks gedung Dispertan, 
SAMPAH. Truk sampah medis dan non medis diangkut keluar dari balai untuk disterilisasi secara khusus dari eks gedung Dispertan, 

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO – Dengan cukup tingginya angka kesembuhan pasien covid-19 di Kabupaten Wonosobo selama sepekan terakhir di angka 100 lebih, beberapa penghuni balai karantina berkurang.

Salah satu balai karantina yang ditempati seperempat dari kapasitas penuhnya adalah gedung eks Dinas Pertanian (Dispertan) dan Balai Kelurahan Wonosobo Timur. Tempat ini memiliki kapasitas 110 pasien. Per Kamis (10/12) balai tersebut dihuni sekitar 20 orang.

“Kapasitas penuh bisa ditempati 110 pasien dan mayoritas tanpa gejala. Sejak sepekan terakhir ada yang pulang cukup banyak. Bahkan mendekati momen pemilu kemarin sudah mulai banyak yang pulang setelah tes swab dinyatakan negatif dan isolasi dua minggu. Namun ada pula yang belum mantap pulang meski masa karantina sudah selesai,” kata salah satu relawan, Susman yang bertugas di Pos Pelayanan Eks Dispertan,  kemarin (11/12).

Diungkapkan Susman, setiap hari pasien beraktifitas sesuai dengan arahan tenaga kesehatan yang disiagakan. Di antara agenda rutin harian termasuk berjemur di halaman yang diberikan batas sekitar 2,5 meter di halaman belakang gedung dan makan serta konsumsi suplemen tiga kali sehari. Para pasien pun masih diperbolehkan menerima kunjungan meskipun tidak boleh dalam satu ruangan atau dibatasi kaca.

Baca Juga
Level Siaga, Kompag Selesaikan Pembangunan Menara Pemantau Merapi

“Di sini mayoritas tidak bergejala dan semua pasien mengikuti rutinitas, kebetulan tidak ada yang merasa tidak betah atau ingin keluar. Mungkin karena mereka masih bisa beraktifitas fisik normal tanpa alat bantu pernapasan. Perhatian yang cukup penting adalah untuk para nakes yang keluar masuk harus mandi setelah memakai baju pelindung. Begitu pula untuk sampah medis maupun non medis juga dibawa keluar dengan kendaraan khusus biasanya seminggu beberapa kali, kabarnya dibawa ke Jakarta,” ungkapnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Jalan Menuju Wisata Dieng Harus Dilebarkan

Para penjaga pos juga diberi ketentuan sama dengan para tenaga kesehatan untuk tidak berinteraksi langsung dengan para pengunjung maupun pasien dan dites rapid secara rutin.  Mengingat mereka menjaga kawasan balai karantina selama 24 jam penuh.

Guna mencegah penyebaran virus covid-19, maka harus disiplin dalam 3M yaitu menggunakan masker, menjaga jarak aman dengan orang lain, serta rajin mencuci tangan. (win)

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun