Masa Tanggap Darurat Merapi Diperpanjang, Optimalkan Pelayanan ke Pengungsi

HIBURAN. Warga pengungsi di Tempat Pengungsian Akhir (TEA) Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, bermain mandi bola dan odong-odong sebagai hiburan ditempat pengungsian.
HIBURAN. Warga pengungsi di Tempat Pengungsian Akhir (TEA) Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, bermain mandi bola dan odong-odong sebagai hiburan ditempat pengungsian.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Terkait masa tanggap darurat Gunung Merapi yang diperpanjang hingga tanggal 14 Desember, Tempat Pengungsian Akhir (TEA) Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan optimalkan pelayanan kepada pengungsi agar betah dan tidak pulang ke desa asalnya.

Gedung TEA Desa Mertoyudan, Kecamatan Mertoyudan, menampung pengungsi dari Desa Paten. Yaitu dari Dusun Babadan 1 (286 Jiwa) di Gedung TEA Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan.

“Jumlah warga pengungsi masih utuh dan belum pulang ke desanya selama  mengungsi di sini. Agar warga bertahan dan betah, kami melayani seperti keluarga sendiri. Serta pengelolaan sudah sepenuhnya dipengelola mereka (warga pengungsi), baik kebersihan tempat pengungsian, dapur umum dan lain-lain, sehingga sudah dianggap sebagai rumah sendiri,” ucap Sekretaris Desa Banyurojo, Agus Firmansah SHI, Jumat (11/12/2020).

Adapun untuk kebutuhan sandang pangan papan, nyaris sempurna, dan juga dikelola oleh warga pengungsi.

Baca Juga
Kluster Perkantoran di Wonosobo Menggila, Sampai Disdukcapil Tutup Tiga Hari

“Meskipun ditopang oleh BPBD Kabupaten Magelang terkait kebutuhan pengungsi, bantuan juga ditopang, dari pihak luar (CSR) dan masih berjalan dengan sistem satu pintu selalu tercatat. Sehingga bisa dikatakan saat ini bantuan melimpah. Hal itu juga menjadi salah satu faktor pengungsi betah disini. Ibaratnya makan ditempat pengungsian lebih layak dibanding yang dirumah,” terang Agus.

Sebelumnya, Tempat Pengungsian Akhir (TEA) Desa Banyurojo, menetapkan kebijakan menghentikan segala jenis kegiatan khususnya kegiatan yang dibawa oleh penyelenggara dari luar, termasuk trauma healing. Hal tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran Covid 19 yang akhir-akhir ini meningkat.

“Sebagai solusinya untuk hiburan bagi warga pengungsi, kami adakan kegiatan yang diisi oleh warga kami sendiri, yang dapat dipastikan aman dari Covid 19. Seperti yang telah dilaksanakan pada hari Minggu kemarin ada semacam kegiatan hiburan bagi anak-anak dan orang tua, yaitu odong-odong dan mandi bola. Rencana hal itu akan rutin digelar setiap hari Minggu,” papar Agus.

Artikel Menarik Lainnya :  E Office Terobosan Baru Polri Beri Pelayanan Masyarakat

Guna mencegah penyebaran virus covid-19, maka harus disiplin dalam 3M yaitu menggunakan masker, menjaga jarak aman dengan orang lain, serta rajin mencuci tangan. (cha)

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun