Kluster Perkantoran di Wonosobo  Menggila, Sampai Disdukcapil Tutup Tiga Hari

BATASI. Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Wonosobo , membatasi pelayanan administrasi kependudukan
BATASI. Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Wonosobo , membatasi pelayanan administrasi kependudukan

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO- Kluster penularan covid 19 di perkantoran Kabupaten Wonosobo belum berhenti. Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) tutup tiga hari. Hal tersebut menyusul adanya satu orang pegawai yang terkonfirmasi positif.

“Ya ditutup sementara. Tiga hari mulai tanggal 14 hingga 16 Desember 2020, untuk sterilisasi seluruh ruangan,” ungkap Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Wonosobo, Yusuf Hariyanto, kemarin.

Menurutnya, meski dilakukan penutupan, namun pelayanan on line tetap berjalan. Sedangkan  untuk pengambilan dokumen ditunda. Itu artinya penutupan tidak sepenuhnya, sebab masih bisa memberikan pelayanan.

“Kita masih bisa melayani online, namun untuk pengambilan jelas ditunda, seluruh ruangan akan disterilisasi,” terangnya.

Alasan penutupan kantor Disdukcapil itu lantaran ada satu orang pegawai yang terkonfirmasi positif, setelah menjalanji swab beberapa waktu lalu. Sehingga, sebagai langkah antisipasi dilakukan sterilisasi dan penutupan sementara.

“Yang terkonfirmasi positif ini hanya satu orang pegawai. Kebetulan  tidak di pelayanan, tapi sebagai langkah antisipasi dilakukan penutupan sementara dan seluruh pegawai juga dilakukan rapid,” bebernya.

Dalam menjalankan pelayanan, Kantor Disdukcapil Wonosobo sudah menjalankan protokol kesehatan, seperti wajib menggunakan masker, mencuci tangan dan jaga jarak. Hal itu terlihat dari proses antiran pengambilan dokumen.

“Sudah kita atur di proses pelayanan itu, bahkan dikawal oleh satgas covid 19 kabupaten,” ujarnya.

Terpisah, Direktur RSUD, dr. Danang SS mengatakan, selain kluster perkantoran, masyrakat juga perlu menambahkan kewaspadaan terhadap tingginya kluster keluarga. Hal itu sudah mulai marak belakangan ini.

“Kluster perkantoran memang cukup banyak. Tapi yang patut diwaspadai, munculnya kluster keluarga. Ini berpotensi menimbulkan penularan terhadap orang terdekat,” katanya.

Sementara itu, melihat data perkembangan covid 19 di Kabupaten Wonosobo versi website resmi pemkab, jumlah terkonfirmasi sebanyak 3477 orang, 1500 dirawat, 1793  sembuh dan 184 meninggal dunia.

Artikel Menarik Lainnya :  Kelewatan! Korupsi Barang Tanggap Darurat Bencana Covid-19

Guna mencegah penyebaran virus covid-19, maka harus disiplin dalam 3M yaitu menggunakan masker, menjaga jarak aman dengan orang lain, serta rajin mencuci tangan. (gus)

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun