Diluncurkan, Logo BOB Jadi Simbol dan Semangat Baru

LOGO BARU. BOB meluncurkan logo barunya di Pendopo Kabupaten Purworejo, 
LOGO BARU. BOB meluncurkan logo barunya di Pendopo Kabupaten Purworejo, 

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO– Badan Otorita Borobudur (BOB) meluncurkan logo barunya sebagai penerapan branding sesuai dengan tugas dan fungsinya. Konsep logo BOB mengangkat ikonografi dari tiga kawasan Destinasi Pariwisata Nasional (DPN), yakni Borobudur – Yogyakarta dan sekitarnya, Solo – Sangiran dan sekitarnya, Semarang – Karimunjawa dan sekitarnya.
Peluncuran logo berlangsung di Pendopo Kabupaten Purworejo dalam acara bertajuk One Team One Dream, Kamis (10/12). Hadir Direktur Utama BOB Indah Juanita, jajaran Forkompinda, Asisten Sekda Bidang Ekonomi dan Pembangunan Purworejo Boedi Hardjono, Wakil Ketua DPRD Kelik Susilo Ardani, Kepala Dinparbud Agung Wibowo, dan para kepala OPD terkait.
“Launching logo ini bertujuan untuk memperkenalkan simbol dan semangat baru, mempublikasi citra serta sosialisasi dari satuan kerja Badan Otorita Borobudur sebagai lembaga Pemerintahan di tiga Destinasi Prioritas Nasional Joglosemar sesuai visi dan misi dan memperkenalkan logo kepada masyarakat serta stakeholder agar dapat mengetahui identitas serta ruang lingkup kerja BOB,” kata Indah Juanita.
Menurutnya, peluncuran logo BOB merupakan tindak lanjut dari sayembara logo yang sebelumnya telah dilaksanakan oleh Badan Pelaksana Otorita Borobudur melalui seleksi dan penjurian. Tak kurang dari 3.000 desain logo ikut dalam sayembara itu.
Logo BOB yang diluncurkan merupakan karya arsitek Arkhan, ST dari Yogyakarta, sebagai pemenang pertama. Logo tersebut antara lain mengandung filosofi, bentuk dasar diperoleh dari hasil kombinasi huruf BOB yang merupakan singkatan dari Badan Otorita Borobudur. Segitiga menyimbolkan bukit yang merupakan zona otorita berupa kawasan hutan di perbukitan Menoreh.
“Lomba terbuka untuk umum, yang ikut dari 27 provinsi ada 3.000-an desain yang masuk. Cukup berat seleksinya. Nah, kenapa Purworejo menjadi tuan rumah untuk me-launching logo itu, karena kami punya lahan ada di purworejo,” jelasnya.
Dijelaskan, pengembangan KSPN Borobudur secara struktural di atas BOB masih ada dewan pengarah yang di bawahnya ada 16 kementerian serta dua Gubernur (Gubernur Jateng dan DIY). Salah satu tugas dan fungsi BOB sendiri salah satunya yakni menyampaikan progres pengembangan berdasarkan data kondisi di lapangan.
“Salah satu kunci keberhasilan pengembangan KSPN Borobudur ini yakni sinkronisasi atau mensinergikan lintas sektoral tiga kabupaten, dukungan masyarakat juga sudah sangat luar biasa, dengan demikian koneksitas YIA-Borobudur ini harus benar-benar tertangkap semua peluangnya,” jelasnya.
Menurutnya, BOB juga sudah merangkul masyarakat pelaku wisata untuk tetap semangat di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya dengan memberikan pelatihan dan pendampingan berikut sertifikasi Cleanliness Health Safety & Environmental Sustainability (CHSE) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI.
“Travel operator di wilayah DIY dan Jateng juga sudah kami bentuk menjadi satuan pola yang bisa mencakup semua destinasi, mereka juga sudah mulai berkelana di wilayah DIJ dan Jateng,” ungkapnya.
Bupati Purworejo dalam sambutannya melalui Boedi Harjono mengapresiasi BOB yang menempatkan Purworejo sebagai mitra bersama. Salah satu wujudnya yakni obwis Glamping De Loano.
Kepala Dinparbud Purworejo, Agung Wibowo, mengungkapkan bahwa kehadiran BOB akan menambah kekuatan destinasi wisata, baik di Jateng maupun DIY menjadi lebih bersemangat. Terlebih bicara soal pariwisata tidak mengenal batas administrasi kewilayahan.
Menurutnya, sudah seharusnya Kabupaten Purworejo, Kulonprogo dan Magelang saling bersinergi memikirkan kemajuan pariwisata dan BOB yang akan mensuport penuh. Termasuk logo kami paham, tidak mungkin untuk menampilkan satu-satu identitas kewilayahan. Logo baru ini juga menjadi bukti sinergitas ketiga wilayah dengan dukungan penuh BOB.
“Perbukitan menoreh yang ada di logo sudah menjadi identitas semua wilayah untuk pengembangan KSPN Borobudur ini, kita kan bisa makan clorot di menoreh makan durian di menoreh, jadi saya pikir ini bagus dan tidak ada masalah, karena membangun pariwisata ya tidak perlu melihat batasan wilayah,” ungkapnya. (top)

Artikel Menarik Lainnya :  Keren! Masyarakat Purworejo Bisa Laporkan Jalan Rusak Via Online