Pasien covid dilayani di 5 TPS Pelayanan Khusus

Pasien covid dilayani di 5 TPS Pelayanan Khusus
Proses pemilihan di balai karantina covid 19 Eks Dispertan.

MAGELANGEKSPRES.COM, WONOSOBO– Selain disediakan Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pelayanan khusus di tiga Rumah sakit, KPU Wonosobo juga menyediakan 5 TPS di balai karantina covid19. Menurut ketua Divisi teknis penyelenggaran, Riswahyu Raharjo SE, untuk pelayanan di Rumah sakit dilakukan seperti biasa dengan prosedur prokes standar covid. Sementara itu untuk layanan khusus di balai karantina didata dari dinas kesehatan.

“Tps pelayanan khusus di balai karantina covid ini untuk pencoblosan tidak dilakukan langsung oleh pasien karantina. Yaitu dengan dibantu pendampung dari KPPS, contohnya di balai karantina eks dinas pertanian di wonosobo timur oleh KPPS 8. Mereka masuk daftar pemilih pindahan dan mekanisme pencoblosannya dilakukan di ruangan terpisah (kaca),” terangnya usai tinjau TPS pelayanqn khusus di balqi eks Dispertan, kemarin siang (9/12)

Di balai karantina eks dispertan sendiri ada 25
Pemilih termasuk diantaranya 4 orang trnaga kesehatan yang memilih sendiri tanpa dibantu. Sebelumnya, petugas kpps telag mengisi surat pernyataan pendampingan.

“Ini pakai form A5. Masuk daftar penilih pindahan data dari pasien atau data pindah pilih. Nama-namanya sudah ada dan mereka masuk ke 7 item pemilih yang bisa urus A5 termasuk ini karena sakit. Di semua balai atau tempat isolasi telah dilakukan dan prosedurnya sama,”imbuhnya.

Teknis pelaksanaan pencoblosan secara umum sama hanya tanpa adanya bilik secara fisik dan pemilih memberi isyarat yang dikonfirmasi seblum dicoblos dan setelah dicoblos. KPPS bertanggungjawab menjaga kerahasiaan dan azas luber. Kadiv perencanaan data dan informasi Dhyan Kartika,
Di wonosobo Timur sendiri disiagakan TPs pelayanan khusus dari Tps 8 dan 9 untuk fasilitasi pemilih.

“untuk di balai karantina dengan pastikan SOP terkait penggunaan hak pilih merreka yang karantina mandiri maupun di balai karantina. Kami batasi agar petugas tidak dala satu ruangan. Tidak boleh ada kontak fisik dan logistik tersentuh pasien di balai karantina dengan berasa di luar area isolasi. Tidak pakai hazmat tapi pakai pelindung yang cukup. Yang penting di komitmen kerahasiaan. Ada sedikitnya 300 lebih pencoblos di balai larantina. Sedangkan bagi mereka yang isolasi mandiri di rumah dilakukan rumah ke rumah,” ungkap Dhyan. (Win)

Artikel Menarik Lainnya :  Napi di Lapas Cilegon Kendalikan 1,1 Ton Sabu