Mengeluh, PKL Geruduk DPRD, Tiga Tahun Tak Bisa Jualan di Alun-Alun

PKL. Mengeluhkan tiga tahun tidak bisa berjualan di Alun-alun Wonosobo,  PKL yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Mingguan Wonosobo mendatangi gedung wakil rakyat.

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO– Puluhan perwakilan pedagang kaki lima (PKL) yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Mingguan Wonosobo mendatangi gedung wakil rakyat. Mereka mengeluhkan tiga tahun tidak bisa berjualan di Alun-alun Wonosobo.

Sebelum mengadu, puluhan perwakilan PKL tersebut menggelar aksi jalan kaki dari Gedung Sasana Adipura menuju Gedung DPRD Wonosobo. Mereka berjalan kaki sambil membawa puluhan poster yang diantaranya bertuliskan ‘Kami Perlu Makan Bukan Hanya Omongan’ dan lain sebagainya.

“Kita berharap harus ada solusi jelas dari pemerintah. Kami perlu makan bukan hanya dijanjikan omongan terus. Kami siap menuruti apa yang menjadi aturan pemerintah, yang penting bisa jualan,” ungkap Ketua Federasi Pedagang Kaki Lima Wonosobo, Saad Priyono.

Menurutnya, kedatangannya bersama rombongan ini untuk meminta tempat yang strategis untuk bisa berjualan kembali setiap hari minggunya. Pasalnya setelah ada larangan berjualan di alun-alun, para PKL ditempatkan di Jalan Pramuka dan ternyata sangat sepi.

“Di Jalan Pramuka prospeknya sangat minim, sehingga untuk sementara ini kita meminta ditempatkan Jalan Soekarno-Hatta sebagai hasil dari audiensi sebelumnya dengan Pemkab Wonosobo pada awal Januari 2020 yang lalu,” bebernya.

Baca Juga
Masa Tenang, Tim Gabungan Bersihkan 11 Ribu Lebih APK

Lebih lanjut, para PKL sudah tiga tahun ini tidak bisa berjualan di Alun-alun saat Car Free Day (CFD) lagi, setelah ada perbup larangan berjualan di Alun-alun Wonosobo. Padahal berjualan setiap hari Minggu pada saat FCD sangat di tunggu-tunggu oleh para pedagang. Selain sebagai ajang bertemu para pedagang, juga karena hasil berjualan di hari Minggu lebih banyak dari pada hasil berdagang keliling.

“Untuk solusi jangka pendek kita minta ditempatkan di Jalan Soekarno-Hatta, tetapi untuk jangka panjangnya harapannya ada revisi perbup agar bisa berjualan lagi di alun-alun atau ditempatkan di lokasi yang strategis,” tandasnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Buron Selama 13 Tahun, Adelin Lis di Tangkap di Singapura

Sementara itu, Sekretaris Komisi B DPRD Wonosobo, Ika Sulistya Putra DW menyampaikan, surat permintaan audiensi dari para pedagang baru sampai di ketua DPRD sehingga bakal dilakukan lagi audiensi besok. Pihak DPRD bakal mengundang OPD terkait seperti Dinas Perdagangan, Satpol PP, Dishub dan instansi lainnya untuk melakukan audiensi dengan para pedagang besok.

“Mereka meminta bisa berjualan setiap hari Minggu di Jalan Soekarno-Hatta. Besok DPRD akan memfasilitasi pertemuan para pedagang dengan instansi terkait untuk mencari solusi terbaik,” pungkasnya. (gus)