Dua Terobosan BPBD Temanggung Terbaik se-Jateng

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Temanggung, Dwi Sukarmei.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Temanggung, Dwi Sukarmei.

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Dua terobosan yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung dalam mengantisipasi terjadinya bencana, membuatnya meraih prestasi di tingkat Jawa Tengah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Dwi Sukarmei menyebutkan dua terobosan program tersebut yakni, Program Pentahelix dan aplikasi Sinotika. Dua program ini yang menjadi terobosan terbaik di Jawa Tengah.

“Dua terobosan ini memang sengaja disusun dan dibuat untuk mempercepat penanganan jika terjadi bencana alam,” katanya, Senin (7/12).

Dwi Sukarmei menjelaskan, Pentahelix itu intinya kegotong royongan termasuk di dalamnya ada teman-teman media massa. Sedangkan sinotika adalah aplikasi tentang kebencanaan. Anuegareh ini diterima dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Alhamdulillah, awal Desember kami melakukan uji tersebut dan pada 3 Desember dinobatkan juara 1 di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Itu terkait Pentahelix dan Sinotika ini. Kami berhasil mengalahkan 47 peserta dari seluruh kabupaten di Jateng,”ujarnya.

Dikatakan, dalam penanggulangan bencana Pentahelix sangat dibutuhkan karena selalu beririsan dengan setiap individu. Maka dalam penanganan bencana seyogyanya menjadi urusan bersama. Artinya, semua pihak wajib memiliki kesadaran kolektif terhadapn kepedulian saat terjadi bencana.

“Harapan kami peran serta Pentahelix maupun Sinotika tetap mendapat dukungan termasuk kalangan media. Akan tetap kami galakan untuk menangani bencana dan apa yang menjadi unggulan di Kabupaten Temanggung ini dapat berjalan sampai tahun depan,” katanya.

Adapun untuk aplikasi Sinotika (Sistem Informasi Notifikasi Kebencanaan) dijalankan melalui ponsel pintar. Aplikasi ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan merupakan suatu terobosan untuk melaporkan bencana agar penanganan lebih cepat serta responsif.

Baca Juga
17 Guru di Temanggung Positif Covid-19, Aktivitas 3 Sekolah Dihentikan

“Kriteria penilaian itu ada empat, pertama inovasi berguna bagi masyarakat secara umum, peran masyarakat. Lalu keaslian inovasi itu sendiri, ada ndak di kabupaten lain. Ternyata pentahelix dan sinotika belum ada di kabupaten lain, keempat kedisiplinan,”katanya.

Artikel Menarik Lainnya :  Hati-hati, Diduga Akta Cerai Palsu Beredar di Temanggung

Selain mendapat piagam, atas prestasi dalam kompetisi bertajuk “Penghargaan Inovasi BPBD” ini Kabupaten Temanggung berhak mewakili Jawa Tengah dalam kompetisi serupa tingkat nasional.

“Kami akan berusaha sebaik mungkin membawa nama Jawa Tengah di kancah nasional,” tutupnya. (set)