Dinamai ”Taruna Tani”, Jalan Baru Hasil Praja Bhakti Akmil

TINJAU. Gubernur Akademi Militer Mayjend TNI Totok Imam Santoso saat berkunjung melihat progres pembukaan jalan pertanian ”Taruna Tani” di Desa Mangli, Kecamatan Kaliangkrik, Magelang,
TINJAU. Gubernur Akademi Militer Mayjend TNI Totok Imam Santoso saat berkunjung melihat progres pembukaan jalan pertanian ”Taruna Tani” di Desa Mangli, Kecamatan Kaliangkrik, Magelang,

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG SELATAN – Gubernur Akademi Militer (Akmil) Magelang, Mayor Jenderal TNI Totok Imam Santoso mengusulkan pemberian nama jalan yang dibangun ratusan taruna dan warga Desa Mangli, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang dengan nama ”Taruna Tani”. Pemberian nama tersebut sebagai monumen pengabdian kerja sama dan gotong-royong antara masyarakat petani dan para taruna yang tengah menggelar Praja Bhakti 2020 di desa setempat.

”Perwujudan kegotong-royongan dan semangat kebersamaan sangat kental terlihat di pembukaan jalur pertanian Desa Mangli ini. Saya rasa nama ”Taruna Tani” bisa menjadi catatan sejarah bahwa ada andil taruna dan petani bersama-sama membangun jalan ini,” kata Totok, belum lama ini.

Jalan pertanian ini dibuka oleh warga dan taruna untuk memudahkan akses pertanian. Pasalnya, di jalur sebelumnya, kini ramai kendaraan lalu lalang akibat menjamurnya kawasan pariwisata. Hal ini membuat para petani pun mengalami kendala distribusi.

Warga desa setempat kemudian mematok lahan pertanian untuk dijadikan jalur baru pertanian. Akses pertanian yang dibangun taruna dan warga tersebut memiliki panjang 800 meter dan lebar 2 meter.

Baca Juga
Tak Boleh Dobel, hanya 50 Orang Terima Bansos APBD

Proses pembangunan menggunakan tanah biasa, sehingga tidak membutuhkan waktu lama. Dalam 5 hari saja, pekerjaan itu tuntas. Bahkan, petani sekarang sudah bisa mengakses jalur baru itu, untuk kebutuhan distribusi pertanian.

Konstruksi jalan yang hanya menggunakan tanah sehingga jalur baru ini tidak bisa diakses dengan kendaraan bermotor. Namun, masyarakat justru menyambutnya dengan gembira, karena mereka lebih biasa mendistribusikan hasil pertanian dengan cara-cara tradisional seperti menggendong, memikul, dan lain sebagainya. Adapun sisi kanan dan kiri jalan tersebut diberikan lajur drainase, untuk menghindari potensi longsor.

Artikel Menarik Lainnya :  Layanan Akta Kelahiran Di Kota Magelang Masuk Nominasi Juara Nasional

Totok menambahkan, Praja Bhakti menjadi salah satu syarat profesionalisme militer. Termasuk melatih taruna untuk berkomunikasi dengan masyarakat.

”Mereka kelak akan membina wilayah melalui aplikasi teritorial. Jadi selama beberapa hari kemarin, mereka menerapkan pembelajaran yang didapat di Akmil selama ini,” ujarnya.

Totok melanjutkan dengan diterjunkannya taruna di tengah-tengah masyarakat, adalah upaya melatih mereka ketika menerima penugasan nantinya. Untuk itu, dari latihan ini diharapkan mampu membangun mental taruna, agar piawai dalam berkomunikasi dan berhubungan dengan masyarakat secara langsung.

”Taruna bekerja membantu kesulitan masyarakat sekitar. TNI manunggal bersama rakyat,” tandasnya.

Ia menjelaskan, sasaran pembangunan fisik program Praja Bhakti meliputi wilayah Kabupaten dan Kota Magelang antara lain perbaikan tempat-tempat ibadah, pengecatan fasilitas publik, pembangunan irigasi, jalan, dan lainnya. Sedangkan, pembangunan non fisik meliputi penyuluhan, pembinaan, dan lain sebagainya.

”Terlebih lagi sekarang ini sedang ada pandemi Covid-19, taruna mampu memberi penyuluhan kepada masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kemudian, penyuluhan tentang ketahanan wilayah, antiradikalisme, pengembangan UMKM, dan lain-lain,” sebutnya. (wid)