Bagyo Harsono Terpilih Kembali Jadi Ketua PWI

KONFERKAB. Konferensi PWI Kabupaten Magelang, memutuskan Bagyo Harsono Terpilih Menjadi Ketua PWI Kabupaten Magelang 2020-2023.
KONFERKAB. Konferensi PWI Kabupaten Magelang, memutuskan Bagyo Harsono Terpilih Menjadi Ketua PWI Kabupaten Magelang 2020-2023.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Bagyo Harsono terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Magelang periode 2020-2023 dalam Konferensi PWI setempat, Sabtu (5/12/2020).

Pemilihan tersebut dihadiri lima Anggota Biasa PWI Kabupaten Magelang dan disaksikan belasan Anggota Muda dan calon anggota, serta didampingi PWI Provinsi Jawa Tengah. Bagyo yang merupakan wartawan Kedaulatan Rakyat menduduki jabatan tersebut untuk kedua kalinya.

Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah, Amir Machmud NS mengungkapkan seluruh PWI Provinsi di Indonesia, seluruh PWI kabupaten dan kota di Jawa Tengah karena pandemi Covid-19 mendapat tugas tambahan memperpanjang kepengurusan selama belum dapat melaksanakan konferensi.

“Termasuk Jawa Tengah, harusya April tetapi tertunda baru terlaksana September. Alhamdulillah bisa dilaksanakan dan sudah menghasilkan kepengurusan yang baru dan kepercayaan diberikan pada kami untuk 2020-2025. Ini akan kami manfaatkan untuk lebih mengkonsolidasikan seluruh potensi dan kepengurusan PWI Jateng dan kabupaten/kota di seluruh Jateng,” ucap Amir, dalam kegiatan di Setda Kabupaten Magelang tersebut.

Pada kesempatan itu, Amir Machmud memberikan petuah bahwa hal yang penting dari seorang wartawan adalah apa yang dikontribusikan sebagai makhluk untuk profesinya.

“Mahkota kita itu adalah saat kita menulis saat menjadi wartawan cetak atau online. Kita menyiapkan ketika kita adalah reporter radio, kita menyampaikan dan menyiarkan secara audio visual. Cara untuk memberikan kontribusi informasi kepada audiens kita itu,ketika kita memosisikan kemampuan kinerja kewartawanan kita ini, sebagai bukti bahwa kita adalah orang yang punya kompetensi,” tutur Amir.

Baca Juga
Artos Mall Gelar Dance Competition Sambut Natal

Menurut Amir, kompetensi, adalah tanda bahwa wartawan itu profesional, yakni bagaimana wartawan menulis bait dan bertanggung jawab yang betul-betul mampu membangun kepercayaan publik.

Artikel Menarik Lainnya :  Dandim 0705 Magelang Minta Posko PPKM Tak Kendor Ingatkan Masyarakat

“Urutan berpikir saat adalah yang pertama harus kita lewati adalah cukup kapasitas teknik. Jika sudah mencakup dalam kompetensi kita, maka yang memuncaki profesi kita adalah estetika. Jadi, teknis, etis dan estetis,” jelas Amir.

Amir Machmud juga menekankan pentingnya meningkatkan kompetensi bagi wartawan. Penggambaran kompetensi itu tidak cukup hanya dicapai dengan kemampuan yang ada, tetapi perlu meningkatkannya dengan pelatihan, pendalaman, lokakarya dan diskusi.

Karenanya, pengurus bidang pendidikan, harus kerjasama dengan bidang organisasi untuk menyelenggarakan berbagai peningkatan kapasitas kewartawanan. Ini menjadi langkah inovatif, harus dan wajib. Tidak ada alasan untuk pengurus untuk tidak membangkitkan kapasitas kemampuan anggota PWI dengan program-program yang bisa dijadikan unggulan. Unggulan adalah anggota mendapatkan tambahan kemampuan setelah bergabung dengan PWI.

“Tanpa itu akan berjalan senyap, hanya papan nama, hanya dikenal hanya eksistensi kalimatnya, tetapi tidak dalam laku dan bukti-bukti keberadaan di tengah masyarakat. Kita harus memancar, harus bisa dirasakan di berbagai daerah,” tegasnya.

Amir juga mengingatkan kredo tentang Rumah Bersama yakni anggota PWI berteman, bersahabat dan bersaudara, menghindari persaingan yang tidak sehat, saling fitnah yang biasa muncul di dalam organisasi profesi, dan agar bersama-sama membangun kekuatan wartawan Indonesia yang memahkotakan profesi dan kemampuan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Magelang, Zaenal Arifin menambahkan wartawan harus bangga dengan profesi ini karena media juga menjadi bagian dari pilar sebuah demokrasi. Pilar demokrasi terakhir di tangan wartawan. Media massa harus tumbuhkan keadilan untuk masyarakat. Karenanya, wartawan harus bisa menjaga kepercayaan masyarakat. Media harus mampu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Semua ditempatkan pada posisi masing-masing, semua untuk proyek bersama, gotong royong membangun Indonesia sesuai dengan profesi masing-masing. Berita-berita harus tersampaikan pada masyarakat, sehingga masyarakat bisa mendengarkan dengan cukup baik. Ada pandemi Covid-19, ada Gunung Merapi. Tugas wartawan menyampaikan berita itu, untuk saling menguatkan setiap pilar,” tandas Zaenal.(cha)

Artikel Menarik Lainnya :  Objek Wisata Kebun Raya Gunung Tidar Tutup Sementara