Walikota Magelang Bantu Korban Longsor di Gelangan

BANTU. Walikota Magelang, Sigit Widyonindito menyerahkan bantuan uang untuk perbaikan salah satu rumah yang terdampak longsor di Kelurahan Gelangan.
BANTU. Walikota Magelang, Sigit Widyonindito menyerahkan bantuan uang untuk perbaikan salah satu rumah yang terdampak longsor di Kelurahan Gelangan.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG TENGAH – Kepedulian Walikota Magelang, Sigit Widyonindito kepada masyarakatnya terus dijalankan, kendati masa kerjanya kurang dari 3 bulan. Orang nomor satu di Kota Sejuta Bunga itu memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp3 juta kepada keluarga terdampak tanah longsor di Kelurahan Gelangan, Magelang Tengah.

Longsor terjadi di RW 5 Kelurahan Gelangan, akibat hujan deras pada Rabu (2/12) lalu. Tanah sekitar 5 meter ambrol menutupi jalan kampung, sehingga menghambat akses warga. Satu rumah pun mengalami kerusakan ringan akibat bencana alam tersebut.

“Yang dipinggir kali akan kita perbaiki menggunakan APBD. Tapi kalau yang ranahnya pribadi, tidak bisa, sehingga saya bantu dari pribadi saya,” kata Sigit, kemarin.

Ia pun merasa prihatin dengan bencana alam yang sering terjadi di wilayahnya itu. Karenanya, Sigit tak henti-henti mengingatkan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) untuk terus melakukan mitigasi bencana. Sekaligus memetakan potensi rawan bencana.

“Belum lama ini ada musibah angin kencang. Ratusan pohon peneduh tumbang, sehingga akses jalan tertutup. OPD saya perintahkan untuk selalu gerak cepat, supaya layanan tidak terganggu. Ternyata malam harinya, normalisasi sudah tuntas,” ujarnya.

Memang sudah menjadi kebiasaan, Walikota Sigit secara langsung mendatangi musibah yang menimpa warganya. Hal ini untuk memberikan motivasi dan semangat agar warga bisa bangkit kembali.

“Selama 10 tahun saya memimpin, saya dedikasikan waktu saya untuk rakyat. Yang penting rakyat. Kalau ada yang terkena musibah, pemimpin hadir untuk memberikan motivasi, biar tidak terlarut dalam kesedihan,” jelasnya.

Sigit mengingatkan warganya untuk senantiasa memperhatikan kondisi dan melakukan mitigasi bencana. Sebab, meski wilayah Kota Magelang hanya 18,53 kilometer persegi, tapi daerah ini punya risiko bencana yang relatif tinggi.

Artikel Menarik Lainnya :  Angka Covid Tinggi, Satgas Provinsi Intervensi Kota Magelang

“Merapi sudah dinaikkan statusnya. Terus belakangan ini juga intensitas hujan tinggi. Mitigasi bencana harapannya dilakukan, sehingga kerugiannya tidak terlalu besar,” ucapnya.

Menurutnya, Pemkot Magelang telah melakukan kajian bila nantinya dibutuhkan untuk para pengungsi Merapi. Hal tersebut pernah ia lakukan di awal kepemimpinannya pada tahun 2010 silam.

“Saat itu Merapi meletus, dan pengungsian di wilayah tetangga kita, Kabupaten Magelang penuh. Kami buka pengungsian di Kota Magelang. Untuk urusan kemanusiaan, saya kira tidak ada pembedaan,” tuturnya. (wid)