Seorang Perempuan Ditemukan Tewas di  Rumah Kos

EVAKUASI. Petugas kepolisian mengevakuasi jasad korban yang ditemukan membusuk di sebuah rumah kos di Kelurahan Kledung Kradenan Kecamatan Banyuurip
EVAKUASI. Petugas kepolisian mengevakuasi jasad korban yang ditemukan membusuk di sebuah rumah kos di Kelurahan Kledung Kradenan Kecamatan Banyuurip

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO – Seorang perempuan ditemukan tewas di sebuah rumah kos di Dusun Pelahan Kidul RT 02 RW 01 Kelurahan Kledung Kradenan Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purwarejo, Jumat (4/12) siang. Saat ditemukan, kondisi jasad korban sudah membusuk dalam posisi tengkurap di ruang depan kamar.

Informasi yang berhasil dihimpun di lokasi menyebutkan, korban bernama Sudarti (39), warga kelahiran Mirit Kabuaten Kebumen, tetapi memiliki alamat domisili di Desa Kesambi Kecamatan Loano. Korban ditemukan tidak bernyawa oleh sejumlah temannya yang hendak menjenguk korban sekitar pukul 14.00 WIB.

“Kan lama ga komunikasi, terus saya sama teman-teman berniat datang menemuinya. Sampai sini (kos) udah bau, terus banyak lalat,” kata teman korban yang menjadi saksi mata kejadian, Makrufiyani.

“Kita tahunya dia (korban) warga Mirit, tapi terakhir tinggal di Loano,” imbuhnya.

Kecurigaan saksi muncul saat mencium bau busuk di rumah kos korban. Saksi yang kaget kemudian meminta warga sekaligus penjaga kos untuk mendobrak pintu yang saat itu dalam keadaan terkunci.

“Terakhir korban bareng kami hari Sabtu (28/11) kemarin. Tapi hari Minggu (29/11) korban sudah tidak kontak. HP-nya mati,” ujar Makrufiyani.

Menurut keterangan warga, korban menempati rumah kos tersebut sejak tahun 2019 lalu. Warga tidak mengira korban ditemukan meninggal di dalam kamar.

“Warga tahunya mungkin korban sedang pergi, karena biasanya korban memang sering pergi,” ungkap warga setempat, Sudirjo (60).

Baca Juga
Pengawasan Tahapan Pilkada Di-backup Siwaslu

Polisi yang mendapatkan informasi segera mendatangi lokasi kejadian dan melakukan evakuasi jasad korban. Setelah dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh tim Satreskrim dan Inafis Polres Purworejo, diketahui tidak ditemukan barang-barang milik korban yang hilang.

“Selain itu juga setelah dilakukan identifikasi terhadap korban tidak ditemukan bekas kekerasan pada tubuh Korban,” terang Kasat Reskrim Polres  Purworejo, AKP Agil Widyas Sampurna SIK MH.

Diketahui, korban sudah tidak terlihat sejak tanggal 30 November 2020. Tetangganya juga pernah mengetuk rumah kos korban, tetapi tidak dijawab korban. Padaha saat itu, sandal korban masih berada di depan rumah.

Artikel Menarik Lainnya :  Ribuan Anak Purworejo Terkena Stunting

Berdasarkan pemeriksaan sementara juga diketahui bahwa korban sebelumnya tinggal bersama anaknya. Namun, karena anaknya saat ini masih melakukan pembelajaran daring sejak tanggal 25 November,  ia masih berada di Kebumen.

Hingga saat ini, polisi masih terus meakukan pemeriksaan untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian korban.

“Korban juga mempunyai riwayat penyakit kolesterol dan darah tinggi. Pada beberapa hari sebelumnya korban juga pernah bercerita kepada tetangganya kalau beberapa hari ini tidak enak badan,” ungkap AKP Agil. (top)