Paslon Nomer 1 Teken Kontrak Politik, Siap Melaksanakan 8 Program Kerja yang Dijanjikan

TUNJUKAN. Pasangan Paslon nomer 1 dr H Muchamad Nur Aziz Sp PD dan drs KH M Mansyur MAg disaksikan para perwakilan partai pengusul dan pendukung menujukan kontrak politik yang baru saja ditandatangani,
TUNJUKAN. Pasangan Paslon nomer 1 dr H Muchamad Nur Aziz Sp PD dan drs KH M Mansyur MAg disaksikan para perwakilan partai pengusul dan pendukung menujukan kontrak politik yang baru saja ditandatangani,

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG-Calon walikota dr H Muchamad Nur Aziz Sp PD dan calon Wakil Walikota Magelang drs KH M Mansyur MAg mendatatangani kontrak politik, yang menyatakan bahwa keduanya bersungguh-sungguh untuk melaksanakan program kerja yang dijanjikannya.

Delapan program yang dijanjikanya, yakni 1. Progran bantuan Ro30 juta per RT setiap tahun, 2. Program beasiswa hingga mahasiswa dan pendidikan gratis TK-SMA, 3. Program kesehatan gratis, ambulance gratis setiap kelurahan (sakit jemput antar sehat), 4. Program UMKM dan 1.500 Wirausaha muda baru, 5 Program pemberdayaan kaum perempuan, 6. Program peningkatan kesejahteraan tenaga honorer, THL dan ASN, 7. Program peningkatan kesejahteraan marbot, rohaniawan, tokoh agama dan lembaga keagamaan semua agama, 8. Program peningkatan penggiat wisata lokal, olahraga dan seni budaya.

“Kami Paslon nomer 1 dr Aziz dan Kiai Mansyur tidak main-main dalam Pilkada ini, kami membuktikan jika program yang kami janjikan sudah dikaji dengan matang bersama dengan orang-orang yang memiliki kompetensI, ” ujarnya kepada sejumlah wartawan di Posko Kemenangan di Gelangan, Jumat (4/12) siang.

Dokter Aziz yakin bahwa program yang menyentuh masyarakat dapat membantu masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Masyarakat sangat menginginkan perubahan.”Kami yakin program-program yang kami janjikan bisa membawa perubahan di masyarakat di tengah pandemi Covid-19,”tegasnya.

Sementara itu, Kiai Mansyur memohon doa restu, jika nanti ditakdirkan mendapar amanah menjadi pasangan walikota dan wakil walikota Magelang maka akan mengabdi dan melayani masyarakat. “Prinsip jika terpilih menjadi bopo, babuning masyarakat atau ajur asir dengan masyarakat. Karena Al Wadhun Bainun yang berarti janji adalah hutang, jadi bukan hanya wacana-wacana atau omongan-omongan belaka,” tambah Kiai Mansyur.

Kotrak politik tersebut ditandatangani dr Aziz dan Kiai Mansyur diatas mentrai yang disaksikan oleh perwakilan partai pengusul dan pendukung. (hen)

Artikel Menarik Lainnya :  Tak Patut Dicontoh. Harusnya Menjaga, Oknum Satpam Malah Mencuri