Jurnalis ME Terpilih Jadi Ketua PWI Kota Magelang

ANGGOTA PWI Kota Magelang berfoto bersama pengurus PWI Jawa Tengah usai mengikuti Konferensi PWI Kota Magelang di ruang sidang lantai 1 kompleks Kantor Walikota Magelang,
ANGGOTA PWI Kota Magelang berfoto bersama pengurus PWI Jawa Tengah usai mengikuti Konferensi PWI Kota Magelang di ruang sidang lantai 1 kompleks Kantor Walikota Magelang,

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Jurnalis Harian Umum Magelang Ekspres, Wiwid Arif Setyoko terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Magelang periode 2020-2023. Prosesi ini melalui Konferensi Tingkat Kota (Konferkot) yang berlangsung di ruang sidang lantai 1, kompleks Kantor Walikota Magelang, Jumat (4/12).

Konferensi dengan tema ‘Sinergi Satukan Hati di Tengah Pandemi’ ini dibuka Asisten I Setda Kota Magelang Muji Rochman yang juga Plt Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) mewakili Walikota Sigit Widyonindito. Turut hadir pada kesempatan itu, Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Jawa Tengah, Isdianto dan Sekretaris Setyawan Hendra Kelana.

Muji Rochman berharap, kemitraan yang terjadi baik selama ini antara wartawan dan Pemkot Magelang makin ditingkatkan termasuk segi profesionalismenya. Selain itu, juga menjalin hubungan yang makin baik untuk kemajuan Kota Magelang dan masyarakatnya.

“PWI maupun warga Kota Magelang harus mempunyai rasa handarbeni (memiliki) kota ini, supaya pembangunan ke depan menjadi jauh lebih baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Sekretaris PWI Jawa Tengah, Setyawan Hendra Kelana mengatakan bahwa pihaknya punya kegiatan baru di tengah pandemi Covid-19 ini. Kebijakan ini bahkan didukung penuh oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, berupa ‘Jaga Wartawan’.

“Program ini menunjukkan jika PWI peduli kepada wartawan yang kena musibah Covid-19. Langkah dan upaya kita untuk meringankan beban teman-teman wartawan yang terkena musibah,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, PWI Jateng juga mendukung kader-kader muda yang siap berkolaborasi dengan PWI provinsi.

“Pak Amir (Ketua PWI Jateng) semangatnya muda, dan siap mensupport teman-teman di daerah,” ungkapnya.

Baca Juga
Salurkan Bantuan, Walikota Magelang Minta Pelaku Wisata Terapkan Protokol Kesehatan

Sebelumnya, Ketua PWI Kota Magelang 2017-2020 kali pertama dijabat Adidaya Perdana. Pada 8 Januari 2019, ia dilantik menjadi Kepala Desa Margoyoso, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang.

Artikel Menarik Lainnya :  Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Magelang Melonjak Tajam

Tampuk pimpinan PWI Kota Magelang akhirnya diserahkan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Asep Farid Amani hingga kepengurusannya resmi demisioner, Jumat (4/12).

Konferensi yang berlangsung sehari ini didukung Artos Mall, Grand Artos Hotel & Conference, Trio FrontOne, Pemkot Magelang, dan lainnya.

Susunan pengurus harian PWI Kota Magelang masa jabatan 2020-2023 dengan Ketua Wiwid Arif Setyoko, Sekretaris Nur Imron Rosadi (Magelang Ekspres), dan Bendahara Ika Fitriana (Kompas.com).

Selain itu, jabatan Wakil Ketua Bidang Organisasi dijabat oleh Adidaya Perdana (Siedoo.com), Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan, Wiedyas Cahyono (Suarabaru.id), dan Wakil Ketua Bidang Pendidikan, Choriroh Kurniawati (El Shinta).

Sedangkan empat wartawan senior diangkat menjadi Penasihat PWI Kota Magelang, antara lain Doddy Ardjono (Suarabaru.id), Hari Atmoko (LKBN Antara), Joko Suroso (Magelang Ekspres), dan Bayu Harimurti (Magelang Ekspres).

Sementara itu, Ketua PWI Kota Magelang terpilih, Wiwid Arif mengatakan ke depan tetap akan melanjutkan program terdahulu yakni meningkatkan eksistensi organisasi PWI. Selain itu, ia akan melakukan penguatan konsolidasi internal terutama soal kompetensi terhadap wartawan.

“Kota Magelang termasuk daerah yang punya SDM sangat lengkap. Anggota PWI Kota Magelang bahkan mencapai 30 orang lebih. Untuk itu, ke depan perlu adanya peningkatan kompetensi wartawan melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW),” ujarnya.

Dengan UKW, kata dia, produk jurnalistik yang dihasilkan akan semakin kuat memberangus berita-berita bohong (hoaks). Ia berharap, akan makin banyak wartawan-wartawan yang turut serta dalam uji kompetensi.

“Jika seorang sarjana kedokteran membutuhkan Koas untuk mendapatkan gelar dokter, maka wartawan pun memerlukan UKW untuk mendapatkan kompetensinya,” kata dia. (wid)