ARV Mampu Lemahkan AIDS hingga Tak Menularkan

SENAM. Ratusan ASN Pemkot Magelang menggelar senam bersama dalam rangka peringatan Hari AIDS sedunia di halaman kantor setempat,
SENAM. Ratusan ASN Pemkot Magelang menggelar senam bersama dalam rangka peringatan Hari AIDS sedunia di halaman kantor setempat,

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Pengidap virus imunodefisiensi manusia (human immunodeficiency virus/HIV) dan acquired immune deficiency syndrome (AIDS) tak dapat disembuhkan. Namun, virus tersebut bisa dilemahkan dengan kedisiplinan para pengidapnya.

Hal itu dikatakan, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Magelang, Surasmono usai mengikuti senam peringatan Hari AIDS Sedunia di kompleks Kantor Walikota Magelang, Jumat (4/12).

“Jadi sebetulnya, orang yang sudah terkena HIV/AIDS ini bisa sehat apabila disiplin mengonsumsi obat antiretroviral (ARV). Obat ini tidak menyembuhkan, tetapi bisa melemahkan virus di dalam tubuh,” katanya.

Ia menjelaskan, cara kerja ARV yaitu mengendalikan virus. Bahkan, jika ODHA (kasus orang HIV/AIDS) secara disiplin dan rutin mengonsumsinya, pada beberapa tahun kemudian bisa dinyatakan sehat.

“Ada satu kasus di Kota Magelang, seorang ibu rumah tangga yang disiplin hidup sehat, juga rutin mengonsumsi ARV akhirnya dia punya harapan hidup lebih panjang dan diperbolehkan untuk hamil lagi,” jelasnya.

Sebab, virus yang dilemahkan, tidak akan menularkan ke orang lain. Ketika seorang pengidap HIV/AIDS dinyatakan tidak menularkan, maka tidak ada risiko bila ingin hamil lagi.

“Terhadap pasangannya dia tidak menularkan, termasuk terhadap janin yang ada dalam kandungan. Sepanjang seorang itu telah dinyatakan sehat,” ucapnya.

Baca Juga
Paslon Nomer 1 Teken Kontrak Politik, Siap Melaksanakan 8 Program Kerja yang Dijanjikan

Surasmono menyebut komulatif HIV/AIDS sejak tahun 2004 sampai dengan sekarang di Kota Magelang tercatat 157 kasus. Di tahun 2020 ini, satu orang dinyatakan meninggal dunia.

“Virus HIV/AIDS ini mirip dengan Covid-19. Yang meninggal dunia itu adalah seorang perempuan berusia 50 tahun, juga karena kormobid (penyakit penyerta),” tuturnya.

Ia menambahkan, di lapangan, KPA dibantu oleh beberapa relawan antara lain Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) dan Kelompok Penjangkau. Relawan KDS bertugas mencari dan mengontrol pengidap HIV/AIDS di Kota Magelang.

Artikel Menarik Lainnya :  Gagal Pertahankan Zona Hijau, Kelurahan Wates Magelang Utara Tetap Dapat Penghargaan

“Kemudian Kelompok Penjangkau ini juga bertugas mencari orang-orang yang berisiko,” ungkapnya.

Menurut dia, tidak ada parameter bahwa virus HIV/AIDS lebih rentan menyerang pada usia tertentu. Sebab, di Kota Magelang sendiri, dari ratusan ODHA, mereka juga berusia mulai dari 17 tahun hingga 60 tahun ke atas.

“Kita juga melakukan pendampingan, bekerja sama dengan komunitas-komunitas untuk melakukan pemeriksaan kepada masyarakat rentan. Terbaru kita menggelar 30 tes, tetapi tidak ada satupun yang positif,” terangnya.

Yang terpenting untuk mencegah virus menular ini, sebut Surasmono adalah kehati-hatian dan perilaku hidup bersih dan sehat.

“Hindari seks bebas dan berperilaku secara sehat, adalah pencegah terbaik HIV/AIDS,” pungkasnya. (wid)