Visit Home Jadi Alternatif Pembelajaran Bagi Guru SDN Sambeng di Tengah Pandemi Covid 19

VISIT HOME. Terkendala jaringan internet, Guru Kelas 4 SD Sambeng, Ismiyono lakukan home visit ke rumah siswa, dengan menerapkan protokol kesehatan.
VISIT HOME. Terkendala jaringan internet, Guru Kelas 4 SD Sambeng, Ismiyono lakukan home visit ke rumah siswa, dengan menerapkan protokol kesehatan.

MAGELANGEKSPRES.COM,BOROBUDUR – Pandemi Covid 19 membuat siswa sekolah belajar di rumah melalui sistem dalam jaringan (daring). Namun kenyataannya tidak semua wilayah dapat mulus menerapkan belajar daring, khususnya wilayah pegunungan seperti di desa-desa seputaran lereng Bukit Menoreh.

Guru Kelas 4 SD Negeri (SDN) Sambeng Borobudur, Ismiyono menyiasati atau mencari solusi pembelajaran daring/online bagi siswa yang tidak memilki handphone atau terkendala sinyal. Yaitu, dengan cara melakukan home visit atau kunjungan ke rumah siswa.

“Tujuannya agar materi pembelajaran dapat tersampaikan kepada siswa karena kesulitan sinyal,” ucap Ismiyono.

Salah satu lokasi home visit Ismiyono adalah Dusun Ngaglik Desa Candirejo Kecamatan Borobudur. Secara teknis proses pembelajaran dilaksanakan secara kelompok. Per kelompok terdiri dari 3-4 siswa. Hal tersebut untuk mengurangi kerumunan dan memperhatikan protokol kesehatan.

“Saya juga menerapkan protokol kesehatan, jadi jumlah siswa hanya tiga sampai empat siswa, dengan jaga jarak dan memakai masker,” terang Ismiyono.

Menurut Ismiyono, kegiatan tersebut sudah dilakukan sejak dari awal pandemi Covid 19. Namun lebih seringnya setelah awal tahun pelajaran baru ini, yaitu bulan Agustus.

“Satu minggu bisa 2-3 kali saya melakukan home visit ke rumah siswa. Akhir-akhir ini lebih sering, karena siswa menjadi lebih paham terkait materi tugas sekolah yang diberikan kepada siswa,” papar Ismiyono.

Ismiyono berharap, kedepan akses internet untuk pendidikan, terutama kepada siswa di kaki Bukit Menoreh agar lebih mendapat perhatian dari pihak terkait.

“Harapan saya kendala seperti ini bisa menjadi perhatian dari pihak terkait, mungkin pemerintah daerah, supaya jaringan akses Internet bisa di tambah seperti di daerah SD Negeri Sambeng dan sekitarnya untuk mempermudah dan mendukung pembelajaran daring ini,” tutur Ismiyono.(adv)

Artikel Menarik Lainnya :  Hasil Swab PCR Massal, 57 Mahasiswa Untidar Terkonfirmasi Positif Covid-19