Fraksi Gerindra DPRD Temanggung Soroti Soal Sampah, DLH harus Tingkatkan Kinerjanya

Fraksi Gerindra DPRD Temanggung Soroti Soal Sampah, DLH harus Tingkatkan Kinerjanya
Fraksi Gerindra DPRD Temanggung Soroti Soal Sampah, DLH harus Tingkatkan Kinerjanya

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG-Produksi sampah di Kabupaten Temanggung yang sangat tinggi saat ini, harus menjadi salah satu pemicu bagi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Temanggung untuk semakin meningkatkan kinerjanya, sehingga kedepan produksi sampah di Temanggung bisa dikendalikan.

Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Temanggung Chakiem Harmoko Hadi Candra Kusuma mengatakan, banyak potensi desa yang masih bisa digali untuk mengelola sampah di tingkat desa, sehingga sampah dari desa tidak semua sampah dari desa tidak dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). “Potensi desa yang belum mengelola sampah dengan BUMDEs untuk digali lebih dalam agar bisa dikelola oleh DLH untuk bisa memberikan retribusi sampah kepada daerah,”katanya kemarin.

Ia mengatakan, di tingkat desa sudah ada yang mengelola sampah, maka sangat mungkin produksi sampah akan menurun. Karena sampah-sampah yang dihasilakn dari desa sudah dipilah lebih dahulu sebelum diteruskan ke TPA. “Dikelola dengan baik, misalnya dengan bank sampah, dan cara lain yang bisa lebih memanfaatkan sampah lebih baik,” katanya.

Tidak hanya itu, menurutnya, DLH juga membuat laboratorium atau tempat untuk pengolahan limbah B 3, kalau perlu Dibuatkan BUMD yang khusus mengelola limbah B 3. “Jika di tingkat Kabupaten ada BUMD yang khusus mengelola sampah, kedepan produksi sampah bisa dipastikan menurun,” katanya.

Baca Juga
Sejumlah Warga Positif Covid-19, Delapan Dusun di Kedu Disemprot Desinfektan

Menurutnya, menggali potensi sampah yang bisa bernilai ekonomi, yaitu mengelola sampah yang ada di TPA dengan alih teknologi yang lebih modern dan memanfaatkan sampah untuk dirubah menjadi nilai ekonomi ataupun energi yang terbarukan.”Penggalian potensi PAD untuk sampah pada perusahaan-perusahaanyang ada di kawasan peruntukan industri Analisis yuridis retribusi mengenai pengelolaan sampah dan pontensi pendapatan daerah dari sampah harus sudah disiapkan perhitungannya,” katanya.

Artikel Menarik Lainnya :  Vaksinasi Penyandang Disabilitas Butuh Pelayanan Khusus

Sebelumnya Anggot Fraksi PKB Matoha mengatakan, saat ini sampah yang dihasilkan di Kabupaten Temanggung tidak sebanding dengan TPA yang tersedia. Produksi sampah dalam sehari mencapai 113 ton, jumlah tersebut setiap harinya terus dikirim ke TPA Sanggrahan.

Padahal lanjut Matoha, TPA Sanggrahan yang menjadi satu-satunya TPA yang dimiliki oleh Pemerintah kabupaten Temanggung idealnya hanya mampu menampung 60 ton sampah per hari. Namun pada kenyataanya jumlah sampah yang masuk setiap harinya lebih dari dua kali lipat daya tampungnya. “Jika kondisi ini terus dibiarkan maka dalam waktu yang tidak terlalu lama TPA Sanggrahan sudah tidak bisa lagi menampung sampah,”katanya.(set)