Pengelola Wisata Wajib Miliki Kemampuan Tanggap Bencana

TANGGAP BENCANA. Kasi Pencegahan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, MHD Muzamil, berikan materi tanggap bencana kepada pengelola wisata Kabupaten Magelang.
TANGGAP BENCANA. Kasi Pencegahan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, MHD Muzamil, berikan materi tanggap bencana kepada pengelola wisata Kabupaten Magelang.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG. Pegelola destinasi wisata harus mempunyai kemampuan tanggap bencana. Hal tersebut dapat dilakukan secara sederhana. Yaitu, mampu mengenali dan memahami lokasi, membangun jejaring komunikasi, serta pemantauan dan paham karakter cuaca.

“Untuk wisata air misalnya tubing atau rafting, harus paham cuaca, bila daerah hulu sungai hujan harus hati-hati karena beresiko. Oleh karenanya pengelola wisata harus memahami karakter cuaca,” kata Kasi Pencegahan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, MHD Muzamil.

Hal itu disampaikan dalam kegiatan Bimbingan Teknis Program Cleanliness Health Safety dan Environment Sustainability, (CHSE) Pengelola Daya Tarik Wisata Kabupaten Magelang, yang diselenggarakan mulai Senin  (30/11/2020) hingga Rabu (2/12/2020) di Artos Hotel Magelang, dengan peserta pengelola destinasi wisata dan pemandu wisata se Kabupaten Magelang.

MHD Muzamil mengatakan, secara geografis  Kabupaten Magelang terdiri dari pegunungan. Mayoritas obyek wisata berada di daerah pegunungan. Salah satu bahaya yang kerap mengancam adalah tanah longsor.

“Mengenali dan memahami lokasi sangat diperlukan, salah satunya untuk antisipasi bencana tanah longsor. Lebih baik jika terdapat tebing diamankan dengan didirikan talud. Namun jika tidak, pengelola wisata atau masyarakat harus rutin memantau apabila ada retakan tanah, atau hujan dengan durasi lama, harus siaga dan waspada adanya tanah longsor dan segera mengungsi,” papar MHD Muzamil, yang juga menyarankan pemasangan alat pendeteksi tanah bergerak dilokasi yang berpotensi longsor.

MHD Muzamil menambahkan, tanggap bencana menjadi tanggungjawab bersama, oleh karenanya deteksi dini lebih penting, karena kita hidup berdampingan dengan bencana.

“Keselamatan masyarakat dan wisatawan menjadi prioritas utama. Selain menerapkan protokol kesehatan agar tidak terjadi penyebaran Covid 19, pengelola wisata juga wajib tanggap bencana,” pungkas MHD Muzamil.(cha)

Artikel Menarik Lainnya :  120 Bhayangkari Polres Magelang Ikuti Vaksinasi Massal